Koranindopos.com, Jakarta – PT Djarum bersama Polytron kembali menunjukkan kepedulian nyata dalam upaya Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (PKE) di Jawa Tengah. Melalui Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), sebanyak 128 rumah di Kabupaten Kudus telah selesai direnovasi dan dibangun ulang dengan total anggaran fantastis mencapai Rp 8,9 miliar. Penyer
ahan bantuan secara simbolis dilakukan di Pendopo Kabupaten Kudus pada Kamis (23/4), yang dihadiri oleh pucuk pimpinan daerah dan perwakilan perusahaan.
Langkah strategis ini menyasar empat wilayah kecamatan di Kabupaten Kudus dengan sebaran yang merata. Rinciannya meliputi Kecamatan Bae sebanyak 24 rumah, Dawe 25 rumah, Jati 23 rumah, dan Kaliwungu menjadi yang terbanyak dengan 56 rumah. Setiap unit hunian mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp 70 juta untuk memastikan kualitas bangunan memenuhi standar kesehatan dan keamanan bagi para penghuninya.
Bupati Kudus, Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, bantuan ini tidak hanya sekadar memberikan atap untuk berteduh, tetapi juga menjadi stimulan bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta seperti ini dinilai sebagai kunci utama dalam mempercepat kesejahteraan warga di wilayah rentan.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Kudus, Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh warga Kabupaten Kudus, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen PT Djarum dan Polytron yang secara berkelanjutan mendukung penyediaan hunian layak. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada dalam kondisi rentan. Selain meningkatkan derajat masyarakat, program PT Djarum dan Polytron ini langsung menyentuh masyarakat. Secara tidak langsung, juga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi. Harapannya, kolaborasi ini dapat terus diperkuat agar dampaknya semakin luas,” kata Sam’ani dalam siaran persnya.
Momentum penyerahan bantuan ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan peringatan hari jadi PT Djarum yang ke-75. Perusahaan yang telah lama berakar di Kudus ini menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan dampak sosial yang positif.
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa desain rumah yang dibangun telah dipikirkan secara matang. Fokus utama pembangunan adalah menciptakan lingkungan yang sehat dengan memperhatikan sirkulasi udara dan sanitasi. Dengan demikian, warga tidak hanya mendapatkan rumah baru, tetapi juga kualitas hidup yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Seremoni penyerahan RSLH kepada masyarakat ini juga bertepatan dengan momentum hari ulang tahun PT Djarum pada 21 April lalu. Melalui program ini, kami berharap dapat menghadirkan hunian yang tidak hanya layak, tetapi juga dibangun dengan standar aman, nyaman, dan sehat. Desain hunian disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga, serta dilengkapi dengan pengaturan sirkulasi udara, pencahayaan, dan sanitasi yang baik,” ujar Budiharto.
Di sisi lain, Polytron yang memiliki kedekatan emosional karena memiliki dua pabrik di Kudus merasa terpanggil untuk terus berkontribusi. Sebagai perusahaan teknologi, tanggung jawab sosial dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan bisnis mereka di tanah air. Keterlibatan ini diharapkan mampu menjadi titik awal transformasi kehidupan bagi keluarga penerima manfaat.
“Kami ingin keberadaan Polytron benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui program RSLH 2026, kami berharap rumah yang lebih layak dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta menjadi titik awal bagi kehidupan yang lebih baik bagi para penerima,” ucap Finance Director PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), Guido One Tuwan.
Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh para penerima bantuan, salah satunya Kartijo. Warga Desa Margorejo ini mengaku sangat lega karena kini tidak perlu lagi merasa was-was setiap kali cuaca buruk melanda. Rumah yang dulu memprihatinkan kini telah berubah menjadi hunian yang kokoh dan nyaman untuk ditinggali bersama keluarga tercinta.
“Kalau hujan deras, air sering masuk karena atap bocor di beberapa bagian. Kami hanya bisa menampung air seadanya dan berharap tidak semakin parah. Sekarang rumah kami sudah jauh lebih baik, lebih aman dan nyaman untuk ditempati. Saya sangat berterima kasih kepada PT Djarum dan Polytron atas bantuan ini. Semoga program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tutur Kartijo. (RIS/Hend)










