Menurut keterangan Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Tessy, objek yang terbakar merupakan gudang barang ekspedisi dengan luas sekitar 500 meter persegi. Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 22.10 WIB.
Api diduga berasal dari korsleting listrik. Berdasarkan kesaksian warga sekitar, kobaran api pertama kali terlihat di area luar gudang sebelum akhirnya membesar. Percikan api yang beterbangan ke udara inilah yang kemudian menimbulkan kesan seperti kembang api bagi warga yang menyaksikannya dari kejauhan.
Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat untuk mengendalikan situasi. Sebanyak enam unit mobil pompa dan 17 personel dikerahkan ke lokasi. Setelah upaya pemadaman selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 00.15 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Sebanyak 10 orang berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian. Meski demikian, kebakaran ini sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.
Tessy juga meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa objek yang terbakar adalah pabrik kembang api. Ia menegaskan bahwa bangunan tersebut merupakan gudang ekspedisi, bukan tempat produksi kembang api. Suara ledakan yang terdengar saat kebakaran kemungkinan besar berasal dari dampak korsleting listrik atau barang-barang di dalam gudang yang terbakar.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik, terutama di area penyimpanan barang dengan kapasitas besar. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan bagaimana informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat menyebar dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.(dhil)










