Rumah yang terbakar berada di Jalan Agung Perkasa 4, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 04.00 WIB setelah warga melihat kepulan asap hitam tebal keluar dari lantai dua rumah.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha meminta pertolongan dan memanggil petugas keamanan lingkungan.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, mengatakan petugas keamanan sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Namun, upaya tersebut gagal karena api sudah telanjur membesar.
Setelah menerima laporan sekitar pukul 05.10 WIB, Sudin Gulkarmat Jakarta Utara langsung mengerahkan sembilan unit mobil pemadam dan 45 personel ke lokasi kejadian.
Petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 05.17 WIB.
Api berhasil dilokalisasi dalam waktu kurang dari sepuluh menit sebelum proses pendinginan dilakukan hingga selesai sekitar pukul 06.20 WIB.
Berdasarkan hasil investigasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
“Kebakaran diduga dipicu korsleting,” kata Gatot.
Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber api dan penyebab pasti kebakaran.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan empat penghuni rumah dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui merupakan satu keluarga, terdiri dari:
- B (78)
- KB (77)
- PM (55)
- NP (50)
Mereka terdiri dari pasangan lansia dan pasangan suami istri yang diduga terjebak di dalam kamar saat api membesar.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah guna mencegah risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran juga mengimbau warga memastikan kondisi kabel dan perangkat listrik tetap aman, terutama pada bangunan rumah lama.(dhil)










