Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar setelah terdengar jeritan korban yang meminta bantuan.
Salah satu warga bernama Siska mengaku mendengar suara teriakan dari arah jalan ketika dirinya masih berada di dalam rumah.
“Saya masih di dalam, terus dengar suara teriak kepanasan,” ujar Siska.
Saat keluar rumah, Siska melihat korban sudah berlari menuju sebuah toko pakaian terdekat untuk mencari air dan membasuh tubuhnya yang terkena cairan kimia.
“Dia langsung lari ke kamar mandi. Dia kan kepanasan, teriak kepanasan sama minta tolong,” kata Siska.
Akibat siraman cairan kimia tersebut, pakaian yang dikenakan korban dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga berlubang seperti terbakar.
“Bolong-bolong bajunya, kayak kena api. Jadi dikasih baju sama toko baju itu,” ungkap Siska.
Warga yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan darurat kepada korban dengan membawanya ke kamar mandi dan memberikan pakaian pengganti. Tidak lama kemudian, keluarga korban datang ke lokasi setelah dihubungi oleh korban.
Dalam video yang beredar di media sosial melalui akun @infociledug.official, korban terlihat panik sambil meminta air kepada warga sekitar.
“Tolong dong bang, kena panas, saya kepanasan, mau air,” teriak korban dalam video tersebut.
Kasus penyiraman air keras tersebut kini tengah diselidiki oleh Polsek Ciledug untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik aksi penganiayaan tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Ciledug, IPTU Sabar M.S. Sidauruk, membenarkan bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
“Sudah, hari Sabtu sudah buat laporan,” kata IPTU Sabar M.S. Sidauruk.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi guna mengumpulkan bukti serta menelusuri pelaku yang diduga melarikan diri menggunakan sepeda motor usai melakukan aksinya.(dhil)










