Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Bursa Saham RI Tergeser, Singapura Kini Jadi Pasar Saham Terbesar di ASEAN

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
20 Mei 2026
in Ekonomi
A A
0
Bursa Saham RI Tergeser, Singapura Kini Jadi Pasar Saham Terbesar di ASEAN
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia kembali menghadapi tekanan setelah kehilangan status sebagai pasar saham terbesar di Asia Tenggara. Posisi tersebut kini ditempati oleh Singapura seiring melemahnya kapitalisasi pasar saham Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, total nilai pasar perusahaan tercatat di bursa saham Indonesia turun lebih dari 30 persen sejak mencapai puncaknya pada Januari 2026.

Kapitalisasi pasar saham Indonesia kini tercatat sebesar US$ 618 miliar atau sekitar Rp 10.000 triliun. Sementara itu, nilai pasar saham Singapura justru meningkat menjadi sekitar US$ 645 miliar, menjadikannya pasar saham terbesar di kawasan ASEAN saat ini.

Penurunan nilai pasar saham Indonesia terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pasar keuangan domestik, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan menurunnya minat investor asing terhadap aset berisiko di negara berkembang.

Artikel Terkait

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

Mengutip laporan The Straits Times, kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia belakangan terus melemah. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah munculnya ketidakpastian terkait kemungkinan pasar saham Indonesia mengalami penurunan status menjadi frontier market.

Status tersebut dinilai penting karena berpengaruh terhadap aliran investasi global, terutama dari dana-dana institusi internasional yang memiliki acuan investasi berdasarkan kategori pasar negara berkembang (emerging market).

Kondisi ini membuat sejumlah investor memilih mengurangi eksposur terhadap pasar saham Indonesia sambil menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi dan stabilitas pasar keuangan nasional.

Dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan IDX Composite atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami volatilitas tinggi di tengah sentimen global yang tidak menentu.

Tekanan terhadap pasar saham domestik juga dipengaruhi oleh keluarnya dana asing (capital outflow), kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global, serta tingginya suku bunga di Amerika Serikat yang membuat investor cenderung memilih aset yang dianggap lebih aman.

Sementara itu, pasar saham Singapura dinilai lebih stabil karena ditopang oleh sektor keuangan, teknologi, dan perusahaan multinasional yang memiliki fundamental kuat.

Pengamat menilai kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pasar modal Indonesia untuk kembali meningkatkan daya tarik investasi dan menjaga kepercayaan investor.

Pemerintah serta otoritas pasar keuangan diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat regulasi, serta meningkatkan likuiditas pasar agar Indonesia tetap kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

Meski demikian, sejumlah analis masih melihat potensi jangka panjang pasar Indonesia tetap besar didukung jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi domestik, dan perkembangan sektor digital yang terus meningkat.(dhil)

Topik: saham riSingapura

TerkaitBerita

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan
Ekonomi

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision
Ekonomi

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung
Bisnis

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo
Ekonomi

RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

24 Oktober 2026
FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

24 Oktober 2026
Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

24 Oktober 2026
Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5053 shares
    Share 2021 Tweet 1263
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya