Senin, 27 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Kasus Penyakit Katup Jantung di Indonesia Masih Tinggi, Deteksi Dini dan Teknologi Modern Jadi Kunci Penanganan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
4 Juni 2026
in Kesehatan
A A
0
Kasus Penyakit Katup Jantung di Indonesia Masih Tinggi, Deteksi Dini dan Teknologi Modern Jadi Kunci Penanganan

Foto: ilustrasi getty images

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Penyakit katup jantung masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia. Selain kasus Penyakit Jantung Rematik (PJR) yang masih cukup banyak ditemukan, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia juga menyebabkan kasus penyakit katup jantung degeneratif terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.

Penyakit katup jantung terjadi ketika salah satu atau lebih katup pada jantung mengalami kerusakan atau gangguan fungsi. Padahal, katup jantung memiliki peran penting dalam mengatur aliran darah agar bergerak ke arah yang benar dan pada waktu yang tepat di dalam organ vital tersebut.

Apabila fungsi katup terganggu, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Antonia Anna Lukito, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi peningkatan kasus penyakit katup jantung degeneratif yang berkaitan dengan proses penuaan.

Artikel Terkait

IHDC Soroti Empat Faktor Kesehatan yang Berpotensi Memengaruhi Perkembangan Kognitif Anak Indonesia

5 Manfaat Buah Anggur bagi Kesehatan, Kaya Antioksidan hingga Baik untuk Jantung

PIT POGI XXVIII Banten Anugerahi 11 Tokoh Medis Penghargaan Bergengsi

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar adalah masih banyak kasus yang tidak terdiagnosis sejak dini. Gejala penyakit katup jantung sering kali berkembang secara perlahan sehingga kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan biasa atau kondisi kesehatan lainnya.

Padahal, keterlambatan diagnosis dapat menyebabkan kerusakan jantung yang semakin berat dan menurunkan kualitas hidup pasien.

Penderita penyakit katup jantung dapat mengalami berbagai gejala, di antaranya:

  • Sesak napas saat beraktivitas maupun saat beristirahat
  • Mudah lelah
  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar tidak teratur
  • Pusing atau bahkan pingsan
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki

Karena gejala tersebut juga dapat ditemukan pada berbagai penyakit lain, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan penyebabnya.

Di negara berkembang seperti Indonesia, penyakit katup jantung tidak hanya disebabkan oleh faktor usia. Penyakit Jantung Rematik masih menjadi salah satu penyebab utama kerusakan katup jantung.

PJR merupakan komplikasi dari infeksi bakteri streptokokus yang tidak tertangani dengan baik. Peradangan yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada katup jantung dan memengaruhi fungsi organ tersebut dalam jangka panjang.

Meski angka kejadian penyakit ini telah menurun dibanding beberapa dekade lalu, kasusnya masih ditemukan di berbagai daerah.

Perkembangan teknologi kedokteran kini menghadirkan pilihan terapi yang lebih minim invasif bagi pasien penyakit katup jantung.

Dua teknologi yang mulai banyak digunakan adalah Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) dan MitraClip.

TAVI memungkinkan penggantian katup aorta tanpa perlu operasi jantung terbuka. Prosedur ini dilakukan melalui pembuluh darah menggunakan kateter sehingga risiko operasi dapat diminimalkan, terutama bagi pasien lanjut usia atau mereka yang memiliki risiko bedah tinggi.

Sementara itu, MitraClip digunakan untuk memperbaiki katup mitral yang mengalami kebocoran tanpa harus melakukan operasi besar. Teknologi ini membantu meningkatkan fungsi jantung sekaligus mengurangi gejala yang dialami pasien.

Para ahli menekankan bahwa deteksi dini menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan penyakit katup jantung. Pemeriksaan rutin, terutama bagi kelompok berisiko seperti lansia dan penderita penyakit jantung, dapat membantu menemukan gangguan sejak tahap awal.

Selain itu, peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala penyakit katup jantung juga diperlukan agar pasien tidak terlambat mencari pertolongan medis.

Dengan dukungan teknologi medis modern, tenaga kesehatan yang kompeten, serta kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, angka komplikasi akibat penyakit katup jantung di Indonesia diharapkan dapat ditekan sehingga kualitas hidup pasien menjadi lebih baik.(dhil)

Topik: katup jantung

TerkaitBerita

IHDC Soroti Empat Faktor Kesehatan yang Berpotensi Memengaruhi Perkembangan Kognitif Anak Indonesia
Kesehatan

IHDC Soroti Empat Faktor Kesehatan yang Berpotensi Memengaruhi Perkembangan Kognitif Anak Indonesia

oleh Editor : Affandy
23 Juli 2026
5 Manfaat Buah Anggur bagi Kesehatan, Kaya Antioksidan hingga Baik untuk Jantung
Kesehatan

5 Manfaat Buah Anggur bagi Kesehatan, Kaya Antioksidan hingga Baik untuk Jantung

oleh Editor : Affandy
23 Juli 2026
KESEHATAN PEREMPUAN: Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) POGI Prof. Dr. dr. Budi Wiweko memberikan sambutan pada PIT POGI XXVIII Banten 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Banten, pada 16–22 Juli 2026. (SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM) 
Kesehatan

PIT POGI XXVIII Banten Anugerahi 11 Tokoh Medis Penghargaan Bergengsi

oleh Editor : Memoarto
21 Juli 2026
Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

​Kratingdaeng Red Bull Power Race bakal digelar di GBK Jakarta

​Kratingdaeng Red Bull Power Race bakal digelar di GBK Jakarta

27 Juli 2026
PNJ Dorong Daya Saing UMKM Perempuan Lewat Smart Budgeting

PNJ Dorong Daya Saing UMKM Perempuan Lewat Smart Budgeting

27 Juli 2026
Suzuki Vision e-Sky Siap Meluncur pada 2027, Mobil Listrik Kompak dengan Jarak Tempuh Lebih dari 270 Km

Suzuki Vision e-Sky Siap Meluncur pada 2027, Mobil Listrik Kompak dengan Jarak Tempuh Lebih dari 270 Km

27 Juli 2026
iPhone 18 Series Dirumorkan Meluncur September 2026, Ini Bocoran Fitur dan Jadwal Rilisnya

iPhone 18 Series Dirumorkan Meluncur September 2026, Ini Bocoran Fitur dan Jadwal Rilisnya

27 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4072 shares
    Share 1629 Tweet 1018
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    602 shares
    Share 241 Tweet 151
  • Bocoran iPhone 18 Series Makin Lengkap, Ini Perbedaan iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Disebut Bakal Jadi yang Tercanggih Sepanjang Sejarah Apple

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Subsidi Motor Listrik 2026 Bikin Harga Makin Terjangkau, Ada yang Mulai Rp6 Jutaan

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya