Koranindopos.com, JAKARTA-Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PIT POGI) XXVIII Banten 2026 menganugerahi 11 tokoh penghargaan bergengsi. Ajang yang diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Banten, tersebut berlangsung pada 16–22 Juli 2026.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) POGI Prof. Dr. dr. Budi Wiweko mengatakan, kesehatan perempuan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. “Transformasi layanan kesehatan reproduksi berbasis inovasi dan big data penting untuk menekan angka kematian ibu, mencegah stunting, serta mempercepat eradikasi kanker serviks,” kata Budi dalam sambutannya.
Budi menambahkan, PIT POGI XXVIII Banten 2026 juga menjadi momentum apresiasi bagi para tokoh yang berkontribusi terhadap kemajuan obstetri dan ginekologi. Pada kesempatan ini, POGI menganugerahkan Honorary Fellowship of the Indonesian Society of Obstetrics and Gynecology (FISOG) kepada 11 pemimpin organisasi profesi dunia. “Sekaligus memberikan SPRIN National POGI Awards kepada cabang yang berhasil menghadirkan inovasi dalam penurunan angka kematian ibu serta penghargaan bagi dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang mengabdi di daerah terpencil,” ujarnya.
Ajang tersebut tahun ini mengusung tema Integrating Innovation and Equity: Advancing Women’s Health in the Era of Artificial Intelligence. Menurut Budi, pertemuan itu menjadi ruang kolaborasi untuk membahas bagaimana kemajuan teknologi. “Termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), dapat dimanfaatkan guna memperkuat layanan kesehatan perempuan tanpa melupakan pentingnya pemerataan akses di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dia menjelaskan, melalui gerakan SPRIN, termasuk pengembangan SPRIN Talk, Gelang Kehamilan Cemerelang (GEMILANG), serta digitalisasi Buku KIA, POGI terus mendorong pemantauan kesehatan perempuan secara menyeluruh, mulai dari masa prakonsepsi, kehamilan, persalinan, hingga menopause. (rls/sha/mmr)










