Kamis, 16 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

PERKI Dorong Transformasi Layanan Jantung Nasional, Fokus Bangun Kepercayaan dan Kemandirian

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
in Kesehatan
A A
0
PERKI Dorong Transformasi Layanan Jantung Nasional, Fokus Bangun Kepercayaan dan Kemandirian

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menegaskan pentingnya transformasi menyeluruh dalam layanan jantung nasional guna membangun sistem kesehatan yang mandiri, tepercaya, dan mampu bersaing di tingkat global. Upaya tersebut menjadi fokus utama dalam forum Editorial ASMIHA 2026 bertajuk Beyond Borders: Trust, Training, and the Future of Indonesian Cardiology yang digelar di Jakarta, Kamis (16/7).

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Serangan jantung dan stroke diperkirakan merenggut hampir 800 ribu nyawa setiap tahun. Di sisi lain, meningkatnya jumlah masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pelayanan kesehatan nasional.

Ketua The 35th ASMIHA 2026, dr. Amir Aziz Alkatiri, Sp.JP(K), mengatakan kegiatan tahun ini diikuti sekitar 2.500 peserta yang terdiri atas dokter spesialis jantung, dokter umum, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, hingga mahasiswa dari Indonesia maupun mancanegara.

Menurutnya, ASMIHA 2026 mengusung pendekatan yang lebih multidisiplin dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya dengan mempertemukan pembuat kebijakan, organisasi profesi, penyedia layanan kesehatan, dan tokoh masyarakat dalam satu forum.

Artikel Terkait

Kulit Gatal dan Sangat Kering Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal, Jangan Diabaikan

Tren Hyrox Meningkat di Indonesia, Dokter Ingatkan Risiko Cedera bagi Peserta yang Ikut karena FOMO

Studi Ungkap Anak Muda Alami Penuaan Biologis Lebih Cepat, Risiko Kanker Dini Ikut Meningkat

“ASMIHA tidak lagi hanya membahas perkembangan ilmu kardiologi, tetapi juga penguatan sistem layanan jantung Indonesia, mulai dari pendidikan dokter spesialis, pemerataan layanan, pembiayaan, hingga membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di dalam negeri,” ujar dr. Amir.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan jantung, ASMIHA 2026 juga menghadirkan aktris senior Christine Hakim sebagai pembicara. Kehadirannya memberikan perspektif dari sisi keluarga pasien sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia medis dan figur publik dalam mendorong deteksi dini serta pencegahan penyakit jantung.

Dalam forum tersebut, kardiolog senior sekaligus Ketua Dewan Etik PERKI, dr. Muhammad Munawar, Sp.JP(K), bersama Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, dr. Renan Sukmawan, Sp.JP(K), PhD, menilai bahwa tantangan pelayanan jantung saat ini tidak lagi semata berkaitan dengan kemampuan klinis.

Menurut mereka, kompetensi dokter spesialis jantung Indonesia telah memenuhi standar internasional. Namun, pengalaman pasien secara menyeluruh menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan nasional.

“Kualitas pelayanan tidak berhenti pada tindakan medis. Transparansi komunikasi, pelayanan yang humanis, proses yang mudah dipahami, serta pengalaman pasien sejak pertama datang hingga selesai menjalani perawatan merupakan bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat,” kata dr. Munawar.

Isu keberlanjutan pembiayaan juga menjadi perhatian dalam diskusi. Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS, menjelaskan bahwa tingginya beban penyakit jantung memberikan dampak besar terhadap pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Karena itu, menurutnya, penerapan inovasi teknologi kesehatan harus diimbangi dengan efektivitas biaya dan kebijakan berbasis bukti melalui Health Technology Assessment (HTA).

Data BPJS Kesehatan menunjukkan biaya pelayanan penyakit jantung mencapai sekitar Rp12,1 triliun dengan sekitar 15 juta kasus pelayanan, menjadikannya salah satu penyakit dengan beban pembiayaan terbesar dalam program JKN.

Sementara itu, Ketua PP PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), PhD, menekankan bahwa transformasi pelayanan kesehatan tidak akan berjalan optimal tanpa memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan.

Ia menilai pemerataan dokter spesialis ke daerah harus disertai insentif yang memadai, kepastian jenjang karier, perlindungan hukum, serta lingkungan kerja yang aman agar pelayanan berkualitas dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, tokoh nasional Dahlan Iskan membagikan pengalamannya sebagai pasien. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi rumah sakit, tetapi juga oleh kemudahan akses, birokrasi yang sederhana, waktu tunggu yang singkat, serta komunikasi yang hangat dan penuh empati.

Melalui forum Editorial ASMIHA 2026, PERKI menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi layanan jantung yang melibatkan pemerintah, organisasi profesi, institusi pendidikan, penyedia layanan kesehatan, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan ekosistem kardiologi Indonesia yang mandiri, berkualitas, dan semakin dipercaya masyarakat.(Dhil)

Topik: Disperkimtalayanan jantung

TerkaitBerita

Kulit Gatal dan Sangat Kering Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal, Jangan Diabaikan
Kesehatan

Kulit Gatal dan Sangat Kering Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal, Jangan Diabaikan

oleh Editor : Affandy
15 Juli 2026
Tren Hyrox Meningkat di Indonesia, Dokter Ingatkan Risiko Cedera bagi Peserta yang Ikut karena FOMO
Kesehatan

Tren Hyrox Meningkat di Indonesia, Dokter Ingatkan Risiko Cedera bagi Peserta yang Ikut karena FOMO

oleh Editor : Affandy
14 Juli 2026
Studi Ungkap Anak Muda Alami Penuaan Biologis Lebih Cepat, Risiko Kanker Dini Ikut Meningkat
Kesehatan

Studi Ungkap Anak Muda Alami Penuaan Biologis Lebih Cepat, Risiko Kanker Dini Ikut Meningkat

oleh Editor : Affandy
9 Juli 2026
Festival Workout di 14 Kota Ajak Masyarakat Mulai #NabungOtot demi Kualitas Hidup yang Lebih Baik
Kesehatan

Festival Workout di 14 Kota Ajak Masyarakat Mulai #NabungOtot demi Kualitas Hidup yang Lebih Baik

oleh Editor : Affandy
6 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Fantasy Land Hadirkan Teater Anak Inklusif, Angkat Persahabatan dan Ruang Ramah bagi Anak Autis

Fantasy Land Hadirkan Teater Anak Inklusif, Angkat Persahabatan dan Ruang Ramah bagi Anak Autis

16 Juli 2026
Rano Karno Apresiasi Dukungan Bank Jakarta untuk Anugerah Jurnalistik MHT 2026

Rano Karno Apresiasi Dukungan Bank Jakarta untuk Anugerah Jurnalistik MHT 2026

16 Juli 2026
FGD Badan Pengkajian MPR RI Bahas Amandemen UUD 1945, Keadilan Ekonomi hingga Tata Kelola Dana Umat

FGD Badan Pengkajian MPR RI Bahas Amandemen UUD 1945, Keadilan Ekonomi hingga Tata Kelola Dana Umat

16 Juli 2026
FGD Badan Pengkajian MPR Bahas Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

FGD Badan Pengkajian MPR Bahas Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

16 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3892 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    540 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Samsung Siapkan Dua Galaxy Z Series Terbaru, Z Flip 8 dan Z Fold 8 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • PERPUHA Dukung Pemindahan Penerbangan Umrah ke Terminal 2 Soekarno-Hatta

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tawarkan Performa Responsif dan Desain Premium

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya