Selasa, 11 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

PERKI Dorong Transformasi Layanan Jantung Nasional, Fokus Bangun Kepercayaan dan Kemandirian

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
in Kesehatan
A A
0
PERKI Dorong Transformasi Layanan Jantung Nasional, Fokus Bangun Kepercayaan dan Kemandirian

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menegaskan pentingnya transformasi menyeluruh dalam layanan jantung nasional guna membangun sistem kesehatan yang mandiri, tepercaya, dan mampu bersaing di tingkat global. Upaya tersebut menjadi fokus utama dalam forum Editorial ASMIHA 2026 bertajuk Beyond Borders: Trust, Training, and the Future of Indonesian Cardiology yang digelar di Jakarta, Kamis (16/7).

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Serangan jantung dan stroke diperkirakan merenggut hampir 800 ribu nyawa setiap tahun. Di sisi lain, meningkatnya jumlah masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pelayanan kesehatan nasional.

Ketua The 35th ASMIHA 2026, dr. Amir Aziz Alkatiri, Sp.JP(K), mengatakan kegiatan tahun ini diikuti sekitar 2.500 peserta yang terdiri atas dokter spesialis jantung, dokter umum, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, hingga mahasiswa dari Indonesia maupun mancanegara.

Menurutnya, ASMIHA 2026 mengusung pendekatan yang lebih multidisiplin dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya dengan mempertemukan pembuat kebijakan, organisasi profesi, penyedia layanan kesehatan, dan tokoh masyarakat dalam satu forum.

Artikel Terkait

Kasus COVID-19 di Taiwan Melonjak, Hampir 19 Ribu Kunjungan Tercatat dalam Sepekan

Berat Badan Bisa Kembali Naik Setelah Operasi Bariatrik, Ini Penjelasannya

IDI: Burn Out Tak Bisa Jadi Alasan Membenarkan Dugaan Penghinaan terhadap Pasien BPJS

“ASMIHA tidak lagi hanya membahas perkembangan ilmu kardiologi, tetapi juga penguatan sistem layanan jantung Indonesia, mulai dari pendidikan dokter spesialis, pemerataan layanan, pembiayaan, hingga membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di dalam negeri,” ujar dr. Amir.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan jantung, ASMIHA 2026 juga menghadirkan aktris senior Christine Hakim sebagai pembicara. Kehadirannya memberikan perspektif dari sisi keluarga pasien sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia medis dan figur publik dalam mendorong deteksi dini serta pencegahan penyakit jantung.

Dalam forum tersebut, kardiolog senior sekaligus Ketua Dewan Etik PERKI, dr. Muhammad Munawar, Sp.JP(K), bersama Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, dr. Renan Sukmawan, Sp.JP(K), PhD, menilai bahwa tantangan pelayanan jantung saat ini tidak lagi semata berkaitan dengan kemampuan klinis.

Menurut mereka, kompetensi dokter spesialis jantung Indonesia telah memenuhi standar internasional. Namun, pengalaman pasien secara menyeluruh menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan nasional.

“Kualitas pelayanan tidak berhenti pada tindakan medis. Transparansi komunikasi, pelayanan yang humanis, proses yang mudah dipahami, serta pengalaman pasien sejak pertama datang hingga selesai menjalani perawatan merupakan bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat,” kata dr. Munawar.

Isu keberlanjutan pembiayaan juga menjadi perhatian dalam diskusi. Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS, menjelaskan bahwa tingginya beban penyakit jantung memberikan dampak besar terhadap pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Karena itu, menurutnya, penerapan inovasi teknologi kesehatan harus diimbangi dengan efektivitas biaya dan kebijakan berbasis bukti melalui Health Technology Assessment (HTA).

Data BPJS Kesehatan menunjukkan biaya pelayanan penyakit jantung mencapai sekitar Rp12,1 triliun dengan sekitar 15 juta kasus pelayanan, menjadikannya salah satu penyakit dengan beban pembiayaan terbesar dalam program JKN.

Sementara itu, Ketua PP PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), PhD, menekankan bahwa transformasi pelayanan kesehatan tidak akan berjalan optimal tanpa memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan.

Ia menilai pemerataan dokter spesialis ke daerah harus disertai insentif yang memadai, kepastian jenjang karier, perlindungan hukum, serta lingkungan kerja yang aman agar pelayanan berkualitas dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, tokoh nasional Dahlan Iskan membagikan pengalamannya sebagai pasien. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi rumah sakit, tetapi juga oleh kemudahan akses, birokrasi yang sederhana, waktu tunggu yang singkat, serta komunikasi yang hangat dan penuh empati.

Melalui forum Editorial ASMIHA 2026, PERKI menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi layanan jantung yang melibatkan pemerintah, organisasi profesi, institusi pendidikan, penyedia layanan kesehatan, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan ekosistem kardiologi Indonesia yang mandiri, berkualitas, dan semakin dipercaya masyarakat.(Dhil)

Topik: Disperkimtalayanan jantung

TerkaitBerita

Kasus COVID-19 di Taiwan Melonjak, Hampir 19 Ribu Kunjungan Tercatat dalam Sepekan
Kesehatan

Kasus COVID-19 di Taiwan Melonjak, Hampir 19 Ribu Kunjungan Tercatat dalam Sepekan

oleh Editor : Affandy
10 Agustus 2026
Berat Badan Bisa Kembali Naik Setelah Operasi Bariatrik, Ini Penjelasannya
Kesehatan

Berat Badan Bisa Kembali Naik Setelah Operasi Bariatrik, Ini Penjelasannya

oleh Editor : Akula
8 Agustus 2026
IDI: Burn Out Tak Bisa Jadi Alasan Membenarkan Dugaan Penghinaan terhadap Pasien BPJS
Kesehatan

IDI: Burn Out Tak Bisa Jadi Alasan Membenarkan Dugaan Penghinaan terhadap Pasien BPJS

oleh Editor : Affandy
7 Agustus 2026
Viral Pasien BPJS Menunggu Rawat Inap 8 Jam, BPJS Kesehatan Jelaskan Aturan Penempatan Ruang Perawatan
Kesehatan

Viral Pasien BPJS Menunggu Rawat Inap 8 Jam, BPJS Kesehatan Jelaskan Aturan Penempatan Ruang Perawatan

oleh Editor : Affandy
6 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

HASIL MENGECEWAKAN: Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez. (Foto: (c) Ducati Corse)

Hasil MotoGP Inggris Menjadi Pukulan Berat Bagi Marc Marquez

11 Agustus 2026
LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan Dana Bergulir ke Koperasi Sektor Riil dengan Proses Transparan dan Akuntabel

LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan Dana Bergulir ke Koperasi Sektor Riil dengan Proses Transparan dan Akuntabel

10 Agustus 2026
JBL Perbarui Sound Curve Tour ONE M3, Hadirkan Audio Lebih Natural dan Antarmuka Lebih Intuitif

JBL Perbarui Sound Curve Tour ONE M3, Hadirkan Audio Lebih Natural dan Antarmuka Lebih Intuitif

10 Agustus 2026
Ananta Rispo Keluar dari Zona Nyaman demi Ersya Aurelia di Film Ketok Magic

Ananta Rispo Keluar dari Zona Nyaman demi Ersya Aurelia di Film Ketok Magic

10 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4288 shares
    Share 1715 Tweet 1072
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat Hari Ini, 784 Personel Gabungan Disiagakan

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya