KOTA TANGERANG, koranindopos.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Dini Anggraeni membantah soal klaster pembelajaran tatap muka (PTM). Menurutnya, mereka tertular di luar sekolah. Hal itu diketahui dari hasil tracing para siswa yang menunjukkan interaksi di banyak tempat. ’’Maka, sekali lagi, ini bukan klaster PTM terbatas,’’ ujar Dini kepada awak media Jumat (8/10).
Selain itu, hanya ada satu siswa yang positif Covid-19 di satu kelas atau bahkan satu sekolah. Bahkan, dari hasil tracing kontak erat hingga 2 Oktober, hanya ditemukan lima kasus.
’’Tiga merupakan kontak erat keluarga dan dua kontak erat sekolah. Namun, itu semua dari alur tracing atau kontak erat yang berbeda-beda, tidak dalam satu jaringan kontak erat,” lanjutnya.
Karena itu, Dini mengharapkan dukungan orang tua dalam keberlangsungan pelaksanaan PTM terbatas. Prinsipnya, protokol kesehatan (prokes) harus dijaga secara ketat, baik di rumah maupun lingkungan sekitar.
Dia mendorong seluruh warga sekolah untuk segera menjalani vaksinasi Covid-19. Sebab, vaksinasi bisa membuat positivity rate PTM terbatas menjadi kecil serta CT value tinggi.
Vaksinasi, tutur Dini, sangat mendukung program PTM dan menjaga siswa dari paparan virus Covid-19 kategori berat. ’’Mereka yang ditemukan terpapar kini hanya menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” katanya.
Sebelumnya, Dinkes Kota Tangerang melakukan skrining atau swab PCR terhadap siswa di 53 sekolah. Dari 2.638 sampel yang diambil, 69 warga sekolah dinyatakan positif Covid-19. Ke-69 pasien baru berasal dari 35 sekolah.
Mereka terdiri atas 2 guru, 1 petugas TU, dan 66 siswa. ’’Semua ditemukan dalam kondisi tidak bergejala dengan rata-rata CT value-nya di atas 35. Artinya, potensi penularannya sangat rendah,” katanya.
Dinkes akan terus melakukan tracing swab acak di sekolah yang telah menerapkan PTM terbatas. Swab bakal dilakukan hingga tahap ketiga. Tracing acak juga akan terus dilakukan secara berkala untuk pencegahan dini klaster sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Tangerang Jamaluddin mengaku telah menutup sekolah yang siswanya tertular Covid-19. Meski banyak siswa yang terpapar, dia mengklaim tidak memengaruhi restu pelaksanaan PTM dari orang tua. ’’Kan kita bukan klaster dan yang positif bukan karena sekolah, tapi karena di rumahnya atau di masyarakat,’’ tuturnya.
Hal itu, kata Jamaluddin, terlihat dari adanya pihak keluarga atau lingkungan dari siswa yang juga terpapar Covid-19. ’’Masih ada beberapa keluarga yang ini juga (positif). Saya rasa bukan karena sekolah lah,’’ ujarnya. (ist/brg)










