Koranindopos.com – JAKARTA – Dua hari setelah kebakaran hebat melanda deretan kios di Jalan Kampung Lio, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, suasana duka masih terasa di lokasi kejadian. Pada Selasa (16/6/2026) pagi, kawasan yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas usaha warga itu berubah menjadi hamparan puing bangunan hangus dan sisa-sisa barang dagangan yang tak lagi dapat digunakan.
Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan kayu gosong, lembaran seng yang tertekuk akibat panas, serta berbagai barang yang tersisa dari kebakaran masih berserakan di sepanjang trotoar yang berada di tepi rel Stasiun Depok Baru. Bekas arang berwarna hitam pekat terlihat menutupi sebagian besar area yang terdampak kebakaran.
Sejumlah bangunan semi permanen yang sebelumnya berdiri di lokasi kini telah roboh dan rata dengan tanah. Kerusakan parah terlihat hampir di seluruh area yang dilalap api pada Minggu (14/6/2026) sore lalu.
Meski kebakaran telah berlalu, sejumlah pemilik kios dan warga sekitar masih mendatangi lokasi untuk mencari barang-barang yang mungkin masih dapat diselamatkan. Namun, harapan tersebut sebagian besar pupus karena barang-barang yang tersisa sudah dalam kondisi rusak berat akibat kobaran api.
Di beberapa titik, garis pembatas berupa pita kuning masih terpasang untuk menandai area yang terdampak kebakaran dan menjadi bagian dari proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Sementara itu, bau hangus masih tercium cukup kuat di sekitar lokasi. Asap tipis bahkan masih terlihat muncul dari beberapa titik reruntuhan, terutama saat angin berembus ke arah permukiman warga.
Salah seorang warga sekitar, Suhardi (45), mengaku menyaksikan langsung detik-detik kebakaran yang menghanguskan sejumlah kios tersebut. Menurutnya, api pertama kali terlihat berasal dari sebuah kios laundry sebelum kemudian merambat dengan sangat cepat ke bangunan lain di sekitarnya.
“Waktu itu saya lihat apinya dari kios laundry, terus cepat banget merembet ke sebelahnya. Angin juga lumayan kencang, jadi susah dikendalikan,” ujarnya.
Suhardi mengatakan dirinya bersama warga lain sempat berupaya menyelamatkan barang-barang milik pemilik kios. Namun besarnya kobaran api membuat banyak barang tidak berhasil dievakuasi.
“Yang bisa diselamatkan cuma sedikit. Selebihnya sudah habis,” katanya.
Warga lainnya, Pia (38), mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi ketika kawasan tersebut masih dipenuhi aktivitas masyarakat. Asap tebal yang tiba-tiba muncul membuat warga panik dan berusaha menjauh dari lokasi kejadian.
“Saya lagi di dekat situ, tiba-tiba lihat asap tebal. Banyak orang langsung panik dan keluar semua,” tutur Pia.
Menurutnya, warga yang berada di sekitar rel kereta api juga langsung diarahkan untuk menjauh demi menghindari risiko yang lebih besar ketika api mulai membesar.
Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok menyebutkan sedikitnya tujuh kios dan lapak usaha hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Bangunan yang terdampak antara lain kios laundry, lapak rongsok, bengkel motor, bengkel cutting sticker, konter pulsa, warung kopi, serta kios burung dara.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun puluhan warga berhasil dievakuasi saat proses pemadaman berlangsung untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di sebuah kios laundry. Api kemudian dengan cepat menyebar karena banyak bangunan menggunakan material yang mudah terbakar.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus menghitung total kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
Bagi warga Kampung Lio, kebakaran ini tidak hanya meninggalkan puing-puing bangunan, tetapi juga menghapus sumber mata pencaharian yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga mereka. Banyak pemilik kios kini berharap adanya bantuan dan dukungan agar dapat kembali membangun usaha yang telah hilang dilalap api.(dhil)










