Koranindopos.com, Jakarta – Tren tingginya durasi menatap layar digital (screen time) pada anak-anak di kawasan perkotaan kini memicu kekhawatiran besar bagi banyak orang tua. Menjawab tantangan nyata era digital tersebut, Gosh! Kids yang merupakan perusahaan travel education asal Singapura resmi memperkenalkan metode liburan interaktif yang berfokus pada tumbuh kembang anak secara global, termasuk menjangkau wilayah Jawa Barat, Indonesia. Konsep ini dirancang secara khusus untuk mengalihkan perhatian anak dari gawai menuju petualangan edukatif yang bermakna bersama keluarga.
Kondisi anak-anak zaman sekarang memang cukup ironis karena interaksi mereka dengan lingkungan sekitar justru semakin terbatas akibat paparan gawai yang masif. Ketergantungan terhadap teknologi digital ini perlahan mengikis kesempatan mereka untuk merasakan keindahan alam serta keragaman budaya secara langsung. Gosh! Kids hadir membawa angin segar dengan mengubah stigma liburan biasa menjadi sebuah proses pembelajaran aktif yang menstimulasi rasa empati dan kreativitas.
Inovasi ini diinisiasi langsung oleh pasangan suami istri, Mathieu Beth Tan dan Gladys Soh, setelah mereka menetap di Jepang selama satu tahun pada 2022 silam. Selama tinggal di sana bersama sang putra yang masih berusia enam bulan, mereka melihat adaptasi alami anak yang sangat luar biasa terhadap lingkungan dan budaya baru. Pengalaman personal itulah yang memicu kesadaran baru mengenai pentingnya mendidik anak di luar batasan dinding sekolah.
”Pengalaman tinggal di lingkungan yang benar-benar baru membuat kami menyadari bahwa anak-anak memiliki kemampuan luar biasa untuk belajar ketika mereka diberi kesempatan mengalami dunia secara langsung. Dari situlah kami mulai memandang pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman hidup sehari-hari,” ujar Mathieu Beth Tan, Co-Founder Gosh! Kids dalam siaran persnya.
Melalui filosofi tersebut, agensi edukasi ini menyusun program perjalanan yang bertumpu pada empat pilar utama, yakni Nature Immersion, Creative Exploration, Cultural Exchange, dan Family Connection. Berbeda dengan biro perjalanan konvensional yang cenderung menempatkan orang tua hanya sebagai pengawas pasif, sistem ini menuntut partisipasi aktif dari seluruh anggota keluarga. Orang tua dan anak diwajibkan untuk berkolaborasi, mulai dari menjelajahi alam terbuka hingga berinteraksi langsung dengan warga lokal.
Dalam pilar eksplorasi alam dan kreativitas, setiap anak diberikan tanggung jawab unik berupa kamera untuk merekam petualangan mereka sendiri dari sudut pandang personal. Mereka tidak sekadar berwisata, tetapi juga berdiskusi serta membuat karya seni bersama para pengrajin lokal yang menjaga tradisi daerah setempat. Aktivitas ini secara tidak langsung melatih kepekaan visual, kemandirian, serta keberanian anak dalam menghadapi ruang lingkup sosial yang baru.
”Ketika anak belajar melalui pengalaman langsung, mereka tidak hanya mengingat informasi, tetapi juga mengembangkan rasa ingin tahu, empati, dan cara pandang yang lebih luas terhadap dunia di sekitarnya,” tambah Gladys Soh, Co-Founder Gosh! Kids.
Tidak hanya itu, pilar pertukaran budaya memberikan kesempatan bagi keluarga untuk membaur dalam dinamika kehidupan masyarakat setempat di berbagai negara Asia. Keunikan lain dari program ini adalah adanya sesi refleksi harian seperti menulis gratitude journal sebelum beristirahat untuk mempererat komunikasi internal keluarga. Hubungan antarperserta pun terjalin erat hingga membentuk sebuah komunitas suportif yang kerap dijuluki sebagai “kampung berjalan”.
Rekam jejak perjalanan edukatif ini telah diimplementasikan selama tiga tahun terakhir di berbagai destinasi populer seperti Singapura, Jeju, Chiang Mai, Taipei, Okinawa, hingga Jawa Barat. Melalui kolaborasi aktif bersama para seniman, pendidik, dan komunitas lokal, program ini sukses menyajikan kurikulum kehidupan yang tidak didapatkan dari buku teks. Ke depannya, inovasi ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak keluarga di Indonesia agar menjadikan momentum liburan sebagai investasi karakter anak.
Secara menyeluruh, Gosh! Kids memosisikan diri sebagai wadah integratif yang memadukan sektor travel education dan creative arts terkemuka di Asia. Lewat berbagai pilihan program unggulan seperti Overseas Creative-Culture Camps hingga Creative Photography & Videography, lembaga ini terus berkomitmen menjembatani institusi pendidikan dan keluarga. Transformasi gaya liburan ini diharapkan mampu membangun generasi masa depan yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar mereka. (RIS/Hend)










