Minggu, 26 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

MPR RI Dorong Penguatan Risalah Perubahan UUD 1945 sebagai Rujukan Penafsiran Konstitusi

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
23 Juli 2026
in Nasional
A A
0
MPR RI
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, SURABAYA – MPR RI terus memperkuat posisi Risalah Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945) sebagai referensi penting dalam penafsiran konstitusi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR) bertema “Menempatkan Risalah Perubahan UUD NRI Tahun 1945 Sebagai Rujukan Konstitusional: Mengurai Makna Konstitusi Dalam Tinjauan Hukum dan Kajian Akademik” di Surabaya, Rabu (22/7/2026).

Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi MPR RI, Wachid Nugroho, mengatakan Risalah Perubahan UUD NRI Tahun 1945 tidak semestinya hanya dipandang sebagai arsip administratif, melainkan sebagai dokumen hukum yang memiliki nilai penting untuk memahami maksud para penyusun konstitusi (original intent).

“Kita mendorong agar risalah ini tidak hanya menjadi arsip administratif, tetapi memiliki makna sebagai dokumen hukum yang dapat memperkaya penafsiran konstitusi,” ujar Wachid.

Menurutnya, MPR RI saat ini tengah menyusun risalah perubahan UUD dalam format tematik agar lebih mudah dimanfaatkan oleh akademisi, peneliti, mahasiswa, maupun aparat penegak hukum.

Artikel Terkait

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

Selain itu, MPR RI juga telah menyelesaikan digitalisasi berbagai dokumen ketatanegaraan, mulai dari Risalah Perubahan UUD NRI Tahun 1945, Risalah Sidang Konstituante, hingga risalah sidang MPRS dan MPR sebelum era reformasi.

“Seluruh risalah yang ada di MPR sudah kami digitalkan sehingga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun peneliti sebagai bahan penelitian. Begitu juga dengan seluruh Ketetapan MPR yang sudah terdigitalisasi sehingga praktik-praktik ketatanegaraan di masa lalu dapat dipelajari kembali,” katanya.

Wachid menjelaskan, sejumlah negara telah memanfaatkan dokumen risalah sebagai salah satu referensi dalam proses penafsiran hukum. Pengalaman negara seperti Inggris dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa sejarah pembentukan suatu norma memiliki peran penting dalam memahami makna konstitusi maupun undang-undang.

Karena itu, MPR RI berupaya memperkuat posisi Risalah Perubahan UUD NRI Tahun 1945 sebagai salah satu referensi konstitusional yang dapat digunakan oleh seluruh penyelenggara negara, tidak hanya dalam proses persidangan di Mahkamah Konstitusi, tetapi juga dalam pembentukan undang-undang dan pelaksanaan pemerintahan.

“Penafsiran konstitusi bukan hanya milik Mahkamah Konstitusi. Dalam pembentukan undang-undang maupun pelaksanaan konstitusi sehari-hari, Risalah Perubahan UUD NRI Tahun 1945 semestinya menjadi salah satu rujukan agar semangat para penyusun konstitusi tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi sekaligus anggota Panitia Ad Hoc Perubahan UUD NRI Tahun 1945, Harjono, menekankan bahwa memahami konstitusi tidak cukup hanya membaca teks maupun risalah secara harfiah.

Menurutnya, yang paling penting adalah memahami gagasan, perdebatan, dan semangat yang melahirkan setiap rumusan dalam konstitusi.

“Di balik setiap rumusan itu ada jiwanya. Kalau hanya membaca risalah, kita baru membaca ampasnya. Yang harus dipahami adalah apa yang berada di balik risalah itu, gagasan yang melahirkan setiap rumusan konstitusi,” katanya.

Harjono menjelaskan, salah satu perubahan mendasar dalam amandemen UUD NRI Tahun 1945 adalah perubahan konsep kedaulatan rakyat, di mana MPR secara sadar mengurangi kewenangannya sendiri demi memperkuat demokrasi konstitusional melalui mekanisme pemilihan umum.

Ia juga menegaskan bahwa Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 merupakan konsensus ideologis bangsa yang tidak boleh diubah karena menjadi fondasi persatuan nasional.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Radian Salman, menilai risalah memiliki peran penting dalam membantu proses interpretasi konstitusi karena mampu menjelaskan latar belakang pemikiran, nilai, serta tujuan para penyusun konstitusi.

Menurutnya, meski risalah tidak perlu diberi status sebagai sumber hukum yang mengikat, keberadaannya tetap memiliki nilai interpretatif yang sangat penting.

“Risalah sidang bukan hukum, tetapi mempunyai relevansi hukum yang sangat penting. Ia tidak mengikat, namun tidak boleh diabaikan dalam interpretasi konstitusi,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar dokumentasi risalah terus dikembangkan secara lebih komprehensif, baik dalam bentuk tertulis maupun audiovisual yang telah tervalidasi, sehingga dapat menjadi rujukan akademik sekaligus bagian dari sejarah konstitusi Indonesia.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah APHTN-HAN Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo, menilai risalah merupakan sumber penting dalam penelitian sejarah konstitusi sekaligus memahami proses lahirnya setiap perubahan UUD NRI Tahun 1945.

Ia mendorong agar risalah dihimpun secara sistematis, mudah diakses publik, serta didukung pedoman resmi penggunaannya dalam proses interpretasi konstitusi.

Menurut Himawan, digitalisasi nasional, integrasi dalam pendidikan hukum tata negara, peningkatan akses bagi akademisi dan praktisi, serta penyusunan pedoman penggunaan risalah menjadi langkah penting untuk memperkuat pemanfaatannya.

“Risalah harus dipandang sebagai investasi pengetahuan. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi yang akan datang agar dapat memahami bagaimana konstitusi Indonesia dibentuk dan berkembang,” pungkasnya.

Melalui forum tersebut, MPR RI berharap lahir berbagai rekomendasi akademik yang mampu memperkuat kedudukan Risalah Perubahan UUD NRI Tahun 1945 sebagai referensi konstitusional sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai dasar konstitusi dalam praktik ketatanegaraan Indonesia. (hai)

Topik: MPR RI

TerkaitBerita

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan
Nasional

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

oleh Editor : Affandy
26 Juli 2026
Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa
Nasional

Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

oleh Editor : Affandy
26 Juli 2026
Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari
Nasional

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

oleh Editor : Affandy
26 Juli 2026
Kemenhut Ungkap Dugaan Perdagangan Burung Dilindungi Melalui Facebook di Jayapura
Nasional

Kemenhut Ungkap Dugaan Perdagangan Burung Dilindungi Melalui Facebook di Jayapura

oleh Editor : Anggoro
26 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

26 Juli 2026
Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

26 Juli 2026
Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

26 Juli 2026
Bamsoet

Bamsoet: Mitigasi Krisis Ekonomi Kunci Menjaga Stabilitas Politik Nasional

24 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4057 shares
    Share 1623 Tweet 1014
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    597 shares
    Share 239 Tweet 149
  • Bocoran iPhone 18 Series Makin Lengkap, Ini Perbedaan iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Disebut Bakal Jadi yang Tercanggih Sepanjang Sejarah Apple

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya