Koranindopos.com – JAKARTA – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (5/9/2026) sore. Peristiwa tersebut menewaskan satu keluarga yang tengah mengendarai sepeda motor.
Tiga korban meninggal dunia merupakan pengendara sepeda motor berinisial AP (40), istrinya YS (39), serta putri mereka ZZ (7).
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan melibatkan lima kendaraan, yakni mobil BYD M6, Toyota Kijang Innova, Toyota Fortuner, sepeda motor Honda Vario, dan Honda Revo.
Kasat Lantas Jakarta Barat Kompol Reza Hafiz Gumilang mengatakan, kecelakaan bermula ketika mobil BYD bernomor polisi B-2703-BNA yang dikemudikan K (51) melaju di Jalan Kembang Kerep.
“Sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas, kendaraan minibus BYD yang dikemudikan saudara Karsono melaju dari arah selatan ke utara,” ujar Reza dalam keterangan tertulis, Sabtu.
Menurut Reza, kecelakaan bermula saat mobil BYD melintas di sekitar turunan Jembatan Kembang Kerep.
Mobil tersebut kemudian menabrak bagian belakang Toyota Kijang Innova yang dikemudikan HW (47).
Benturan membuat Innova terdorong ke arah depan hingga menabrak Toyota Fortuner yang dikemudikan EES (49).
Fortuner kemudian oleng ke arah kanan. Bagian kiri kendaraan tersebut menghantam sepeda motor Honda Vario yang dikendarai AP bersama YS dan putri mereka, ZZ.
Benturan tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan dan menimbulkan korban luka maupun meninggal dunia.
“Ini berakibat kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan dan korban luka dan meninggal dunia,” kata Reza.
Kesaksian mengenai kecelakaan tersebut juga disampaikan salah seorang warga bernama Matthew.
Matthew mengaku sedang berkendara dengan kecepatan normal di jalur sebelah kanan ketika melihat mobil BYD M6 berwarna putih melaju dari arah belakang.
Menurut dia, kejadian berlangsung di kawasan turunan flyover yang mengarah ke Notre Dame Puri.
“Posisinya ada di turunan flyover arah Notre Dame Puri,” ujar Matthew dalam keterangannya di Instagram, Sabtu.
Matthew menyebut mobil BYD tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil itu kemudian sempat berpindah jalur ke kiri untuk menghindari kendaraannya.
Namun, saat berpindah jalur, Matthew melihat mobil tersebut sudah dalam kondisi oleng.
Matthew mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab mobil BYD tersebut kehilangan kendali.
Ia menduga ada kemungkinan gangguan pada sistem pengereman, kesalahan pengemudi, atau kendala lain pada kendaraan. Namun, dugaan tersebut masih merupakan kesaksian warga dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kecelakaan.
“Gue enggak tahu rem dia blong atau emang ada human error atau kendala di mobilnya. Tapi intinya si mobil enggak sempat ngerem dan nabrak dua mobil dan beberapa motor dan terjadilah tabrakan beruntun tersebut,” kata Matthew.
Setelah terlibat tabrakan, mobil BYD tersebut disebut terbanting ke arah kanan dan menabrak lampu jalan hingga roboh.
Sementara itu, kepolisian masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan kecelakaan.
Kecelakaan tersebut menjadi perhatian karena menimbulkan tiga korban meninggal dunia yang berasal dari satu keluarga. Polisi juga masih mendata seluruh korban serta kerusakan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan.(dhil/kmps)










