Koranindopos.com – JAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat jalur pelaporan untuk menyelamatkan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Kalimantan.
Masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar lainnya dalam kondisi terdampak karhutla diminta segera melaporkan temuan tersebut melalui call center Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di wilayah masing-masing.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, penguatan jalur pelaporan tersebut diperlukan agar satwa yang membutuhkan pertolongan dapat segera ditangani oleh tim penyelamat terdekat.
“Dan kita berharap nanti setiap masyarakat yang menemukan orang utan atau satwa liar lainnya di kampung mereka, telepon ke nomor ini,” ujar Raja di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, Sabtu (5/9/2026).
Kemenhut menyediakan jalur pelaporan berdasarkan wilayah untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan.
Berikut nomor yang dapat dihubungi:
- Kalimantan Barat: 0811 577 6767
- Kalimantan Tengah: 0811 5218 500
- Kalimantan Timur: 0821 1333 8181
Masyarakat yang menemukan orangutan maupun satwa liar lainnya yang terdampak kebakaran dapat segera menghubungi nomor tersebut dan menyampaikan lokasi serta kondisi satwa yang ditemukan.
Setelah laporan diterima, tim yang berada paling dekat dengan lokasi akan dikerahkan untuk melakukan penyelamatan.
Raja menjelaskan, call center tersebut sebenarnya telah tersedia sebelumnya. Namun, di tengah meningkatnya ancaman karhutla, sistem pelaporan dan respons akan diperkuat dengan melibatkan berbagai pihak.
Sejumlah organisasi yang dilibatkan antara lain Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Foundation International (OFI), OFI UK, serta Balai KSDA Kemenhut.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuat respons terhadap laporan masyarakat menjadi lebih cepat.
Dengan melibatkan tim yang berada di lokasi terdekat, proses penyelamatan satwa dapat dilakukan tanpa harus menunggu terlalu lama setelah laporan diterima.
Penguatan sistem pelaporan dinilai penting karena dampak karhutla terhadap satwa liar tidak hanya berasal dari kobaran api.
Asap pekat yang muncul akibat kebakaran juga dapat mengganggu kondisi satwa dan habitatnya.
Satwa yang kehilangan habitat atau terpaksa berpindah akibat kebakaran berpotensi masuk ke area permukiman masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, laporan warga menjadi penting untuk membantu petugas mengetahui keberadaan satwa yang membutuhkan pertolongan.
Karena itu, Kemenhut mendorong masyarakat untuk tidak mengabaikan apabila menemukan orangutan atau satwa liar lain yang terdampak karhutla.
Selain memperkuat call center, Kemenhut juga akan meningkatkan frekuensi patroli penyelamatan satwa.
Raja mengatakan, patroli yang sebelumnya dilakukan secara berkala akan ditingkatkan menjadi setiap hari untuk mengantisipasi satwa yang terdampak kebakaran maupun asap.
Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menemukan satwa liar.
“S sekaligus disertai sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menemukan orangutan atau satwa liar,” tulis keterangan Kemenhut.
Melalui penguatan jalur pelaporan, peningkatan patroli, dan keterlibatan organisasi penyelamatan satwa, pemerintah berharap penanganan satwa terdampak karhutla dapat dilakukan lebih cepat.
Masyarakat juga diharapkan menjadi bagian dari sistem perlindungan tersebut dengan segera melaporkan keberadaan satwa yang ditemukan di sekitar wilayah terdampak kebakaran.(dhil/kmps)










