Koranindopos.com – Jakarta — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali melakukan penyemprotan kabut air atau water mist di sejumlah jalan umum dan jalur hijau, Selasa (8/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sekaligus menjaga kebersihan fasilitas publik di wilayah Jakarta Pusat.
Asisten Pemerintahan (Aspem) Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Pusat Prasetyo Kurniawan mengatakan, penyemprotan difokuskan di sejumlah ruas jalan protokol yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat.
“Rute penyemprotan water mist kali ini menyasar sejumlah kawasan vital dan jalan utama, dimulai dari kawasan Medan Merdeka Selatan, mengarah ke Tugu Tani, melintasi sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran Senayan, dan memutar kembali menuju kawasan Monas,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulis, Selasa.
Prasetyo menjelaskan, penyemprotan dilakukan untuk membantu menjaga kualitas udara sekaligus membersihkan abu vulkanik yang menempel di berbagai fasilitas publik.
Penyemprotan menyasar ruas jalan protokol, pepohonan, serta taman kota yang terdampak paparan abu vulkanik.
“Penyemprotan difokuskan di ruas jalan protokol, pepohonan, serta taman kota yang terkena dampak paparan abu vulkanik agar lingkungan kembali bersih,” ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai satuan tugas pemerintah daerah bersama aparat kepolisian.
Total terdapat 32 armada yang dikerahkan dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat), Sudin Pertamanan dan Hutan Kota, serta Sudin Lingkungan Hidup.
Selain armada, sebanyak 150 personel gabungan dari Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, dan kepolisian turut dilibatkan dalam proses penyemprotan.
Di tengah masih adanya potensi sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan, Prasetyo meminta masyarakat Jakarta Pusat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan alat pelindung diri, terutama masker, untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Menurut Prasetyo, paparan abu vulkanik di wilayah Jakarta saat ini mulai menurun seiring perubahan arah angin. Arah angin dari erupsi Gunung Anak Krakatau disebut tidak lagi mengarah ke Pulau Jawa.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai kualitas udara maupun sebaran abu vulkanik.
Prasetyo juga mengingatkan masyarakat untuk memperoleh informasi dari kanal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah masyarakat menerima informasi yang tidak benar mengenai kondisi abu vulkanik dan menghindari kepanikan.
“Saya mengimbau kepada warga agar tidak resah atau cemas menghadapi dampak paparan abu vulkanik. Terapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” tutupnya.
Penyemprotan water mist menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Jakarta Pusat dalam menjaga kebersihan ruang publik setelah wilayah Jakarta terdampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Selain membersihkan jalan dan fasilitas publik, masyarakat tetap diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk serta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.(Dhil/kmps)










