Jumat, 23 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Edukatif & Inspiratif

Kemendikdasmen Alokasikan Rp1,2 Triliun untuk Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
14 September 2026
in Edukatif & Inspiratif
A A
0
Kemendikdasmen Alokasikan Rp1,2 Triliun untuk Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT

Foto: dok. detik.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan melakukan revitalisasi terhadap 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan NTT masih menjadi salah satu daerah prioritas revitalisasi pendidikan. Hal tersebut tidak terlepas dari masih adanya sekolah yang berada di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

Salah satu sekolah yang menjadi prioritas penanganan adalah SDN Mboeng di Kabupaten Manggarai Timur.

Program revitalisasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan bagi siswa di NTT.

Artikel Terkait

Menebarkan Kebaikan, Menghadirkan Harapan Bersama Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia

Banggakan Indonesia, 16 Ilmuwan BRIN Masuk Daftar Top 2% Scientists 2026

Atasi Krisis Sampah Plastik, Dosen Undip Ciptakan Dipofuel Gen 3: Mesin Pirolisis Pengubah Limbah Jadi Bahan Bakar

Sepanjang 2026, anggaran yang dialokasikan untuk program revitalisasi satuan pendidikan di NTT mencapai Rp1.208.684.805.539.

Anggaran tersebut menyasar 1.487 satuan pendidikan di berbagai jenjang.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas PNFI) Gogot Suharwoto mengatakan peningkatan anggaran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas pemerataan layanan pendidikan.

“Pada 2026, sebanyak 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur menjadi sasaran revitalisasi dengan dukungan anggaran lebih dari Rp1,2 triliun. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus memperluas pemerataan layanan pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana,” kata Gogot, dikutip dari laman Kemendikdasmen, Senin (14/9/2026).

Sejak program revitalisasi dimulai, sekolah-sekolah di NTT telah menerima manfaat dari program tersebut.

Tercatat 580 sekolah di NTT mendapatkan program revitalisasi dan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dengan total anggaran mencapai Rp603,5 miliar.

Rinciannya meliputi:

  • 43 PAUD: Rp15,83 miliar
  • 234 SD: Rp160,73 miliar
  • 174 SMP: Rp248,58 miliar
  • 64 SMA: Rp75,96 miliar
  • 44 SMK: Rp64,75 miliar
  • 9 SLB: Rp16,47 miliar
  • 8 SKB/PKBM: Rp6,9 miliar

Selain revitalisasi sekolah yang sudah ada, pemerintah juga membangun empat Unit Sekolah Baru (USB) di NTT dengan anggaran Rp14,3 miliar.

Pembangunan tersebut terdiri atas tiga PAUD dan satu SMA yang tersebar di Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara, dan Sumba Barat.

Selain pembangunan dan perbaikan infrastruktur, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap aspek digitalisasi pembelajaran.

Gogot mengatakan sekolah-sekolah di NTT telah mendapatkan bantuan digitalisasi pembelajaran senilai Rp297,27 miliar pada 2025.

Program tersebut menjangkau sebanyak 8.985 sekolah di NTT.

“Anak-anak kita membutuhkan ruang belajar yang aman dan nyaman, tetapi pada saat yang sama mereka juga berhak mendapatkan akses terhadap pembelajaran yang semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Gogot.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur dan digitalisasi pembelajaran merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan.

“Karena itu, revitalisasi dan digitalisasi bukanlah pilihan salah satu. Keduanya berjalan bersama untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, termasuk bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo menyambut baik program revitalisasi yang dilakukan pemerintah pusat.

Menurut Ambrosius, bantuan tersebut menjadi sangat penting mengingat kemampuan fiskal pemerintah daerah NTT masih terbatas.

“Ini sebagai kesempatan teristimewa kami, Provinsi NTT dengan kemampuan fiskal yang terbatas. Pemerintah pusat memberikan perhatian, dan pemerintah provinsi tentu akan mendukung, mengawal, serta ingin memastikan agar program strategis nasional ini bisa berlangsung dengan baik,” katanya.

Pemprov NTT juga berkomitmen mengawal pelaksanaan program agar revitalisasi berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Ambrosius berharap program tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan pendidikan di wilayah NTT.

“Target kita bahwa pendidikan bermutu untuk semua bisa kita wujudnyatakan di masa-masa yang akan datang,” ujarnya.

Revitalisasi ribuan satuan pendidikan di NTT menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan.

Dengan dukungan anggaran lebih dari Rp1,2 triliun, pemerintah tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga berupaya memastikan siswa di daerah 3T memperoleh lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Program tersebut sekaligus dilengkapi dengan dukungan digitalisasi pembelajaran agar siswa di NTT memiliki akses terhadap proses belajar yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi.

Pemerintah berharap sinergi antara revitalisasi infrastruktur, digitalisasi, serta pengawasan pemerintah daerah dapat memperkuat upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, termasuk bagi anak-anak di NTT.(dhil/dtk)

Topik: KemendikdasmenNTTSekolah

TerkaitBerita

Menebarkan Kebaikan, Menghadirkan Harapan Bersama Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia
Edukatif & Inspiratif

Menebarkan Kebaikan, Menghadirkan Harapan Bersama Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026
Banggakan Indonesia, 16 Ilmuwan BRIN Masuk Daftar Top 2% Scientists 2026
Edukatif & Inspiratif

Banggakan Indonesia, 16 Ilmuwan BRIN Masuk Daftar Top 2% Scientists 2026

oleh Editor : Affandy
19 Oktober 2026
Atasi Krisis Sampah Plastik, Dosen Undip Ciptakan Dipofuel Gen 3: Mesin Pirolisis Pengubah Limbah Jadi Bahan Bakar
Edukatif & Inspiratif

Atasi Krisis Sampah Plastik, Dosen Undip Ciptakan Dipofuel Gen 3: Mesin Pirolisis Pengubah Limbah Jadi Bahan Bakar

oleh Editor : Affandy
17 Oktober 2026
Antrean BBM Panjang, Sekolah di Bali Terapkan PJJ hingga 17 Oktober 2026
Edukatif & Inspiratif

Antrean BBM Panjang, Sekolah di Bali Terapkan PJJ hingga 17 Oktober 2026

oleh Editor : Affandy
15 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

22 Oktober 2026
Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

22 Oktober 2026
The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

22 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

22 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5025 shares
    Share 2010 Tweet 1256
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1084 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya