Koranindopos.com – JAKARTA – Sebuah unggahan yang memperlihatkan dugaan pelecehan verbal oleh pengemudi taksi online terhadap dua penumpang perempuan viral di media sosial Threads dan Instagram.
Unggahan tersebut dibagikan melalui akun @desifyul dan memperlihatkan perselisihan antara pengemudi dengan dua penumpang di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (11/9/2026).
Dalam video tersebut, pengemudi terdengar melontarkan sejumlah makian dan kata-kata kasar kepada penumpang. Perselisihan itu juga berujung pada permintaan agar kedua penumpang membatalkan pesanan dan turun dari kendaraan.
Berdasarkan unggahan @desifyul, kejadian bermula ketika pemilik akun bersama rekannya memesan layanan taksi online dengan fitur hemat.
Keduanya memesan perjalanan dari Stasiun Tebet menuju Hangtuah. Sebelum naik kendaraan, pemilik akun mencoba menghubungi pengemudi untuk memastikan posisi kendaraan.
Namun, menurut pengakuannya, respons pengemudi melalui telepon sudah terdengar kurang menyenangkan.
“Permasalahannya bermulai dari gue telepon dia, mau ambil orderan enggak. Habis itu dia ditelepon udah agak nyolot dengan bilang, ‘Lihat aja di Maps, kan gue lagi jalan ke sana’,” katanya dalam video.
Setelah kedua penumpang masuk ke dalam kendaraan, ketegangan kembali berlanjut.
Menurut pemilik akun, pengemudi kemudian menunjukkan ketidaksenangan terhadap pertanyaan yang disampaikan penumpang.
Pengemudi juga disebut mengeluhkan tarif yang diterimanya dari layanan dengan fitur hemat tersebut.
“Ini udah pakai GoCar-nya yang hemat, gue cuma dapat berapa, aturan enggak usah banyak ribet,” ujar pengemudi sebagaimana ditirukan pemilik akun dalam video.
Perdebatan kemudian terus berlangsung selama perjalanan.
Situasi semakin memanas hingga pengemudi meminta kedua penumpang membatalkan pesanan dan turun dari kendaraan.
Pemilik akun mengatakan, dirinya dan rekannya akhirnya diturunkan sebelum kendaraan mencapai tujuan.
Lokasi mereka diturunkan disebut masih berada tidak jauh dari Stasiun Tebet, tepatnya ketika kendaraan hendak menuju arah Flyover Kokas.
“Dituruninnya tuh belum jauh dari Stasiun Tebet, baru mau naik ke arah Flyover Kokas, persisnya nama tempatnya nggak ngeh tapi dekat plang jalan ke atas Kokas,” kata pemilik akun @desifyul kepada Kompas.com.
Dalam video yang beredar, pengemudi terdengar beberapa kali memaki penumpang sembari menunjuk-nunjuk ke arah mereka.
“Lama-lama bikin kesel aja,” terdengar ucapan pengemudi dalam video tersebut.
Pengemudi juga kembali meminta kedua penumpang segera turun dari kendaraan.
“Ya lu gua udah bilang, cancel-cancel! Tadi di telepon ‘Cabut, cabut, cabut, cabut! Cabut! Cabut!'” kata pengemudi.
Kondisi tersebut membuat kedua penumpang perempuan merasa tidak nyaman dan terancam.
Keduanya akhirnya memutuskan turun dari kendaraan. Setelah berada di luar mobil, mereka juga merekam pelat nomor kendaraan pengemudi sebagai dokumentasi atas kejadian yang dialami.
Video yang merekam perselisihan tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan mendapat perhatian warganet.
Dalam unggahannya, pemilik akun menceritakan kronologi kejadian serta memperlihatkan situasi ketika dirinya dan rekannya masih berada di dalam kendaraan.
Hingga kini, informasi yang beredar tersebut masih berasal dari keterangan dan rekaman yang dibagikan oleh pemilik akun. Dugaan pelecehan verbal serta tindakan pengemudi dalam peristiwa tersebut perlu dilihat berdasarkan keseluruhan kejadian dan keterangan dari pihak-pihak terkait.
Kejadian ini juga kembali menyoroti pentingnya keamanan dan kenyamanan penumpang dalam layanan transportasi berbasis aplikasi, termasuk mekanisme pengaduan dan penanganan apabila terjadi perselisihan antara pengemudi dan penumpang.(dhil/kmps)










