Rabu, 7 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Secondary Emerging Market

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
7 Oktober 2026
in Ekonomi
A A
0
FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Secondary Emerging Market

Foto: dok. detik.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Lembaga penyedia indeks global FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market atau pasar negara berkembang sekunder.

Keputusan tersebut disampaikan melalui hasil klasifikasi tahunan yang tercantum dalam FTSE Equity Country Classification – September 2026 Annual Announcement.

Dalam pengumuman tersebut, FTSE Russell tidak memasukkan Indonesia ke dalam Watch List atau daftar negara yang berpotensi mengalami reklasifikasi status pasar.

“Status Indonesia sebagai pasar negara berkembang sekunder tetap tidak berubah. FTSE Russell tidak memasukkan Indonesia ke dalam Daftar Pantauan dan akan terus memantau perkembangan pasar serta berinteraksi dengan pelaku pasar sebagai bagian dari penilaian berkelanjutan,” tulis FTSE Russell dalam pengumumannya, dikutip Rabu (7/10/2026).

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Motor Lama Jangan Cuma Jadi Penghuni Garasi, Tukar Jadi Potongan Harga Motor Baru di Blibli

Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

Meski status Indonesia tetap dipertahankan, FTSE Russell akan terus memantau perkembangan pasar modal nasional, termasuk berbagai reformasi yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO).

Reformasi tersebut menjadi perhatian karena ditujukan untuk menjawab kekhawatiran investor terkait transparansi dan replikabilitas data di pasar modal Indonesia.

Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain peningkatan pengungkapan informasi kepada pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, penerapan persyaratan minimum free float, serta peningkatan perangkat pengawasan pasar.

“Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk mengatasi kekhawatiran yang sebelumnya telah diidentifikasi terkait transparansi dan replikabilitas data. FTSE Russell akan terus memantau implementasi dan efektivitas langkah-langkah ini dan berinteraksi dengan pelaku pasar untuk mengumpulkan umpan balik,” jelas FTSE Russell.

FTSE Russell selanjutnya akan kembali memberikan penilaian terhadap pasar modal Indonesia menjelang peninjauan indeks pada Desember 2026.

Penilaian tersebut akan mempertimbangkan perkembangan reformasi pasar modal Indonesia serta masukan dari para pelaku dan pemangku kepentingan pasar.

Sebelumnya, FTSE Russell telah menunda sejumlah peninjauan indeks terkait Indonesia pada Maret, Juni, dan September 2026.

“FTSE Russell akan memberikan pembaruan tentang perlakuan terhadap sekuritas Indonesia menjelang peninjauan indeks Desember 2026, dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi pasar dan umpan balik yang diterima dari para pemangku kepentingan,” pungkas FTSE Russell.

Dengan keputusan terbaru ini, Indonesia masih mempertahankan klasifikasinya sebagai pasar negara berkembang sekunder. Namun, perkembangan reformasi pasar modal dan implementasinya akan tetap menjadi perhatian FTSE Russell dalam penilaian berikutnya.(dhil/dtk)

Topik: ftse russellpasar modal indonesia

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
7 Oktober 2026
Motor Lama Jangan Cuma Jadi Penghuni Garasi, Tukar Jadi Potongan Harga Motor Baru di Blibli
Ekonomi

Motor Lama Jangan Cuma Jadi Penghuni Garasi, Tukar Jadi Potongan Harga Motor Baru di Blibli

oleh Editor : Doe
7 Oktober 2026
Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial
Properti

Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

oleh Editor : Doe
6 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130
Ekonomi

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130

oleh Editor : Affandy
6 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Kisi-Kisi TKA Bahasa Inggris SMA 2026 Lengkap dengan Contoh Soal dan Jawaban

Kisi-Kisi TKA Bahasa Inggris SMA 2026 Lengkap dengan Contoh Soal dan Jawaban

7 Oktober 2026
Kenapa Gigi Tetap Terlihat Kuning Meski Rajin Sikat Gigi? Ini Penjelasannya

Kenapa Gigi Tetap Terlihat Kuning Meski Rajin Sikat Gigi? Ini Penjelasannya

7 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram

7 Oktober 2026
Andovi da Lopez Dalami Peran Kandidat Gubernur di Film Bapak Paling Jujur

Andovi da Lopez Dalami Peran Kandidat Gubernur di Film Bapak Paling Jujur

7 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4914 shares
    Share 1966 Tweet 1229
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1010 shares
    Share 404 Tweet 253
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Posting Kalimat Galau di Instagram, Ada Apa Dengan Yogie Nandes?

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya