Kamis, 8 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home uncategorized

Sering Diabaikan, Penyakit Arteri Perifer Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
8 Oktober 2026
in uncategorized
A A
0
Sering Diabaikan, Penyakit Arteri Perifer Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Foto: dok. getty images

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Penyakit kardiovaskular umumnya lebih sering dikaitkan dengan gangguan irama jantung, gagal jantung, atau penyumbatan pembuluh darah yang memasok jantung. Namun, ada kondisi lain yang juga perlu diwaspadai, terutama pada perempuan, yakni penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease (PAD).

PAD terjadi ketika plak menumpuk di pembuluh darah yang berada di luar jantung, termasuk arteri di kaki, panggul, dan lengan. Penumpukan plak tersebut dapat membuat arteri menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke bagian tubuh tertentu menjadi terbatas.

Kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti nyeri pada kaki, mati rasa, perubahan warna atau suhu kulit, hingga munculnya luka atau ulkus yang sulit sembuh.

Salah satu alasan PAD kerap terabaikan adalah gejalanya tidak selalu muncul secara jelas. Pada perempuan, kondisi tersebut bahkan dapat menimbulkan gejala yang lebih samar dibandingkan laki-laki.

Artikel Terkait

California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha Jadi Libur Resmi

Dari Ruang Kelas ke Dunia Industri, Siswa Aero Astra Akademia Belajar Langsung di Hotel

Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

Sebuah studi pada 2018 yang diterbitkan dalam Women’s Health and Aging Study menemukan bahwa 63 persen peserta dengan PAD tidak melaporkan nyeri klasik saat beraktivitas sehingga dikategorikan sebagai asimtomatik.

Penelitian dari American Heart Association juga menunjukkan perempuan dengan PAD cenderung lebih jarang mengalami nyeri kaki ketika berjalan. Meski demikian, kondisi tersebut tetap dapat berdampak terhadap kemampuan bergerak, kecepatan berjalan, serta daya tahan tubuh.

PAD juga cenderung memunculkan gejala lebih lambat pada perempuan. Rata-rata, perempuan mulai mengalami gejala pada usia 60-an, sedangkan laki-laki dapat merasakan gejala sekitar satu dekade lebih awal.

Pada perempuan lanjut usia, risiko PAD juga dapat meningkat seiring menurunnya kadar estrogen. Hormon tersebut memiliki sejumlah efek perlindungan terhadap pembuluh darah.

Selain itu, kondisi yang umum dialami pada usia lanjut, seperti radang sendi dan osteoporosis, dapat menimbulkan keluhan yang menyerupai gejala PAD sehingga penyakit arteri perifer berpotensi tidak segera dikenali.

PAD bukan hanya masalah pada kaki. Gangguan aliran darah akibat penumpukan plak merupakan tanda adanya masalah pada pembuluh darah secara lebih luas dan dapat berkaitan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular serius.

Jika tidak ditangani, PAD dapat menyebabkan luka pada kaki yang sulit sembuh, gangren, hingga amputasi meskipun komplikasi tersebut relatif jarang terjadi.

Yang juga perlu diperhatikan, penyakit ini berkaitan dengan peningkatan risiko serangan jantung hingga enam kali lipat dan stroke sekitar dua hingga tiga kali lipat.

Semakin lama PAD dibiarkan tanpa penanganan, risiko komplikasi kardiovaskular juga dapat semakin besar.

Masyarakat perlu mewaspadai sejumlah keluhan, seperti nyeri, mati rasa, atau rasa tidak nyaman pada kaki. Penurunan kemampuan bergerak atau berjalan dengan kecepatan seperti biasanya juga dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Salah satu pemeriksaan awal yang dapat dilakukan adalah memeriksa denyut nadi di pergelangan kaki. Jika denyut nadi sulit atau tidak teraba, dokter dapat melakukan pemeriksaan ankle-brachial index (ABI).

ABI merupakan pemeriksaan yang membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dengan tekanan darah di lengan. Tekanan darah yang lebih rendah di pergelangan kaki dapat menunjukkan adanya gangguan aliran darah menuju kaki dan menjadi salah satu tanda PAD.

Faktor risiko PAD pada perempuan maupun laki-laki pada dasarnya serupa dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Merokok
  • Diabetes
  • Usia lanjut
  • Kolesterol tinggi
  • Obesitas
  • Pola makan tidak sehat
  • Tekanan darah tinggi

Penanganan PAD dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup dan, bila diperlukan, penggunaan obat-obatan. Salah satu jenis obat yang dapat digunakan dalam penanganan kondisi ini adalah statin untuk membantu mengendalikan kadar kolesterol dan menurunkan risiko kardiovaskular.

Karena gejala PAD tidak selalu khas, terutama pada perempuan, keluhan seperti nyeri atau mati rasa pada kaki maupun penurunan kemampuan berjalan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai masalah biasa akibat usia. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.(dhil/dtk)

Topik: jantungpenyakit arteri perifer

TerkaitBerita

KOMUNITAS MUSLIM: Council on American-Islamic Relations (CAIR) cabang California—organisasi advokasi dan hak-hak sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat berpartisipasi dalam acara tahunan ke-13 *Muslim Day at the Capitol* (MDAC) yang digelar di Sacramento. (Foto Ilustrasi: ca.cair.com)
uncategorized

California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha Jadi Libur Resmi

oleh Editor : Memoarto
3 Oktober 2026
Dari Ruang Kelas ke Dunia Industri, Siswa Aero Astra Akademia Belajar Langsung di Hotel
uncategorized

Dari Ruang Kelas ke Dunia Industri, Siswa Aero Astra Akademia Belajar Langsung di Hotel

oleh Editor : Affandy
1 Oktober 2026
Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan
Opini

Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

oleh Editor : Anggoro
28 September 2026
SPANDUK TUNTUTAN: Sejumlah massa unjuk rasa memasang spanduk tuntutan mereka di pagar Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (27/8/2026). (FOTO ILUSTRASI; HARIS SUNANDAR/KORANINDOPOS.COM)
Nasional

Polisi Tangkap Ratusan Terduga Pelaku Anarkistis di Aksi 27 Agustus 2026

oleh Editor : Memoarto
27 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

UGM Kembangkan Smart Waste Bin Berbasis AI, Bisa Pilah Sampah hingga Hitung Emisi Karbon

UGM Kembangkan Smart Waste Bin Berbasis AI, Bisa Pilah Sampah hingga Hitung Emisi Karbon

8 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Jatuh Rp25 Ribu, Jadi Rp2,565 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Jatuh Rp25 Ribu, Jadi Rp2,565 Juta per Gram

8 Oktober 2026
BPIH Haji 2027 Ditetapkan Rp98,46 Juta, Bipih Jemaah Rp54,65 Juta

BPIH Haji 2027 Ditetapkan Rp98,46 Juta, Bipih Jemaah Rp54,65 Juta

8 Oktober 2026
Mengenang Sang Diva Pop Asia: Konser Intimate Teresa Teng Siap Digelar

Mengenang Sang Diva Pop Asia: Konser Intimate Teresa Teng Siap Digelar

8 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4927 shares
    Share 1971 Tweet 1232
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Posting Kalimat Galau di Instagram, Ada Apa Dengan Yogie Nandes?

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya