Koranindopos.com – JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Imbauan ini menyusul terdeteksinya dinamika atmosfer akibat kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman, sebelah utara Aceh.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa pergerakan sistem bibit siklon ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca nasional dalam kurun waktu 24 jam ke depan.
“Dampak tidak langsungnya dalam 24 jam ke depan berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di Aceh dan Sumatra Utara, serta gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di Selat Malaka bagian utara,” terang Berton dalam keterangan resminya, Kamis (29/10/2026).
Untuk periode tiga hari ke depan, BNPB mencatat adanya potensi cuaca ekstrem yang membentang di berbagai kawasan. Secara khusus, peringatan cuaca ekstrem berisiko tinggi mencakup wilayah:
-
Aceh
-
Sumatra Utara
-
Sumatra Barat
-
Riau
-
Bengkulu
-
Sumatra Selatan
-
Lampung
Sementara itu, wilayah Indonesia lainnya masuk dalam kategori Status Waspada curah hujan sedang hingga lebat, yang meliputi sebagian besar Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Menghadapi kompleksitas risiko bencana hidrometeorologi basah ini, BNPB mengimbau jajaran pemerintah daerah untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan operasional:
-
Aktivasi Posko dan Logistik: Mengaktifkan posko siaga bencana serta menyiagakan perlengkapan darurat, bahan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dan lokasi pengungsian.
-
Mitigasi Infrastruktur: Memastikan pembersihan alur sungai, drainase, dan gorong-gorong guna mencegah luapan air, serta memetakan zona rawan banjir, longsor, dan abrasi pesisir.
-
Sistem Evakuasi: Menyiapkan serta menyosialisasikan jalur evakuasi yang aman kepada warga setempat.
BNPB turut meminta masyarakat luas untuk berpartisipasi aktif dalam langkah mitigasi mandiri. Warga dianjurkan menjaga kebersihan saluran air, menyiapkan Tas Siaga Bencana berisi dokumen penting, serta peka terhadap tanda-tanda awal tanah longsor seperti retakan tanah, timbulnya air keruh, atau pohon yang tampak miring.
“Saat terjadi hujan lebat, diharapkan menjauhi daerah aliran sungai, lereng rawan, dan wilayah pantai, serta tidak melaut ketika terjadi gelombang tinggi. Selalu pantau informasi dan arahan resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD setempat,” tandas Berton.(dhil/kmps)










