RUSIA, koranindopos.com – Juru bicara Kremlin, Dimitry Peskov, mengatakan, militernya telah menangkap dua tentara bayaran asal Amerika Serikat di Ukraina. Mereka membantu Ukraina dari invasi Moskow. Keduanya bernama Alexander Drueke dan Andy Huynh.
Menurut Dimitry, keduanya merupakan mantan tentara Amerika Serikat. Dia juga mengatakan, dua warga asing asal Amerika Serikat itu yang ditangkap Rusia karena melakukan tindakan kriminal. Mereka dianggap membahayakan prajurit Rusia dan harus bertanggung jawab atas kejahatan itu.
”Mereka adalah tentara bayaran dan terlibat dalam aktivitas ilegal di teritori Ukraina. Mereka ikut menembak dan mengebom personel militer kami. Mereka juga membahayakan nyawa sendiri. Mereka harus bertanggung jawab atas kejahatan yang sudah mereka lakukan,” kata Dimitry kepada NBC.
Saat ditanyakan kejahatan yang mereka lakukan secara spesifik, Dimitry mengatakan masih belum mengetahui. Namun, Dimitry menegaskan dua tentara bayaran AS yang ditangkap itu tidak akan diperlakukan sebagai tawanan perang sesuai Konvensi Jenewa. ”Mereka bukan bagian dari militer Ukraina sehingga bukan sebagai subjek dari Konvensi Jenewa,” kata Dimitry.
Pekan lalu, televisi Rusia menyiarkan penangkapan Drueke dan Huynh yang kemudian tersebar di media sosial. Tak jelas pihak yang menangkap dua warga AS itu dalam tayangan video. Namun, Dimitry mengatakan keduanya ditangkap oleh otoritas Rusia. (cnni/mmr)










