Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Opini

Jangan Bakar Plastik

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
29 Juni 2022
in Opini
A A
0
Bakar Plastik

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Nyoman Parta

Mohon tulisan ini dibaca utuh dan tuntas agar kita bisa berpikir jernih kemudian mencari solusi yang tepat.

Saya bukan sarjana lingkungan, saya hanya senang dalam gerakan merawat lingkungan, sering bertanya dan berguru. pada mereka yang memiliki pengetahuan tentang lingkungan termasuk tentang residu khususnya plastik.

Dari berbagai diskusi, sumber dan refrensi yang saya dapatkan , saya coba menuliskan, terutama sekali berkaitan dengan tungku pembakar plastik yang disebut incenerator yang mulai muncul dibeberapa tempat seperti Perean, Badung dan juga di Padang Sambian, Denpasar.

Artikel Terkait

Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026

Inflasi Nilai, Kenaikan Kelas Otomatis, dan Koreksi Deep Learning

Skor Baru TKA untuk Membaca Kemampuan Murid Lebih Baik

Kurangi timbulan dan pilah disumber

Sesungguhnya dua Pergub Bali nomor 97 tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai dan Pergub Bali nomor 47 tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber adalah Pergub yang sudah sangat tepat, tinggal komitmen semua pihak dan konsisten, plus harus sabar. Ayoo terus sosialisasikan dan aplikasikan kedua Pergub diatas.

Jangan instan dan panikan

Menyelesaikan problem sampah tidak bisa instan, panikan serta tidak boleh selalu membahas sampah di hilir dan tidak konsisten bangun kesadaran di hulunya. Mau cepat, sehingga hilang kesabaran minim informasi , pragmatis lalu solusinya bakar-bakar.

Itulah pentingnya memiliki pemahaman yang cukup dan utuh tidak mudah goyah dengan tawaran-tawaran penyelesaian persoalan sampah dengan cara pragmatis

Ingat persoalan sampah di hulu adalah persoalan manusia, jadi edukasi terus menerus manusianya yang tidak boleh putus waktunya akan lama, tapi hasilnya akan maksimal dan tuntas.

Manusia yg akan membentuk hebit, secara komunal manusia yang menjadikan budaya.

Budaya bersih adalah tujuan yang kita ingin capai, selanjutnya peradaban bersih adalah warisan untuk anak cucu dan generasi

Jangan Bakar Plastik

Kenapa harus diindari bakar plastik? plastik itu berasal dari residu minyak bumi, jadi sejak awal bahan pembuatnya beracun

Kalau bensin yang terbuat dari minyak bumi saja hasil pembakaranya kita sebut polusi, Apalagi residunya?

Ditambah plastik itu sejenisnya ada banyak sekali. Dan sebagian besar plastik yang kita gunakan sudah ditambah berbagai bahan, misal pewarna.

Proses pembakaran yang tidak sempurna akan menghasilkan reaksi kimia yang sulit ditangani dan mudah terbawa udara

Ketika pembakaran yang tidak sempurna lepas ke udara. Dioksin akan sulit sekali ditangani karena ukuranya sangat kecil, yaitu micron atau nano.

Apa bisa ditangkap, bisa! Tapi dengan membran yang tentu biayanya tidak murah, Dioksin itu tidak tunggal ada ratusan bahkan ribuan jenisnya.

Hasil pembakaran plastic tidak sempurna itu menghasilkan dioksin yang jumlah jenisnya tidak kita ketahui.

Karena dia senyawa beracun dengan bentuk yang beragam. Dia mudah masuk ketubuh manusia menyebabkan berbagai penyakit kronis termasuk kanker. Yang mana sulit diobati karena kita tidak tau dia dioksin yang mana

Kalau incenerator model seperti ini sama saja dengan bakar sampah biasa. Tidak cocok di tempatkan di lokasi padat penduduk, di desa-desa.

Disamping harus memenuhi perijinan untuk beroperasi juga harus lolos uji emisi, atau uji baku mutu, disamping itu juga tetap saja mesin ini harus di rawat dengan proper serta air filternya harus rutin di cek, kalau bocor, itu beracun sekali untuk udara sekitar

Biaya maintenance dan operasi cukup merogoh kocek Desa, butuh SOP dan pengawasan yang ketat ,,seharusnnya ini tidak disodorkan ke desa-desa.

Jika sangat terpaksa yang bakar-bakar, sebaiknya dibuat central saja di satu lokasi untuk membakar residu saja, yaitu di TPA. Itupun jalan terakhir kalau seandainya TPA tetap overload, membakar adalah tindakan terakhir dan terpaksa itupun dengan mesin yang canggih dengan suhu panas sampai 800c ke atas, incenerator yang benar-benar aman dan tertutup

Jadi contoh yang ada di Desa Padang Sambian seperti gambar video tidak mungkin sampai suhu panas 800cc apalagi harus di buka berulang kali untuk memasukkan sampah kering. Suhu pasti tidak stabil, karena sistem incenerator yang benar dan aman itu tertutup dengan frekwensi memasukan limbah residu, sekali lagi residu, bukan semua plastik dan sampah di bakar, dengan rentang waktu yang lama dan yang keluar dari ujung tiang tungku bukan asap seperi dalam video.

Saya sempat telepon Pak Gus Tre, Kadis lingkungan hidup Kota Denpasar apakah tungku pembakar sampah di Desa Padang Sambian itu sudah ada ijin operasional dan apakah sudah ada hasil uji baku mutu tentang emisi? Pak Kadis menjawab, belum.

Lho belum berijin, belum uji baku mutu kok sudah beroperasi? ditengah pemukiman pula., lalu bagaemana melakukan monitoring dan pengawasan

Saya juga komunikasi dengan Bapak Novrisal Tahar kepala bidang penanganan sampah dan limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup, beliu dengan tegas menyampaikan untuk Bali inscenerator model diatas tidak direkomendasikan.

Saya mengapresiasi dan menghormati semangat Pemerintah Desa , namun selusinya harus runut mengajak. memilah dan membakar itu kurang nyambung

Ayo diskusi bareng cari solusi, agar kita dapat solusi yang aman dan jangka panjang.

 

Penulis adalah seorang Pegiat lingkungan yg juga anggota DPRRI dari Fraksi PDI Perjuangan

Topik: Bahan BakarBakar PlastikSampah Plastik

TerkaitBerita

Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026
Opini

Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026

oleh Editor : Anggoro
21 Oktober 2026
Inflasi Nilai, Kenaikan Kelas Otomatis, dan Koreksi Deep Learning
Opini

Inflasi Nilai, Kenaikan Kelas Otomatis, dan Koreksi Deep Learning

oleh Editor : Anggoro
18 Oktober 2026
Skor Baru TKA untuk Membaca Kemampuan Murid Lebih Baik
Opini

Skor Baru TKA untuk Membaca Kemampuan Murid Lebih Baik

oleh Editor : Anggoro
10 Oktober 2026
Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan
Opini

Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

oleh Editor : Anggoro
28 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

24 Oktober 2026
Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

24 Oktober 2026
Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

24 Oktober 2026
RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5048 shares
    Share 2019 Tweet 1262
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1091 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya