Sabtu, 12 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Opini

Jangan Bakar Plastik

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
29 Juni 2022
in Opini
A A
0
Bakar Plastik

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Nyoman Parta

Mohon tulisan ini dibaca utuh dan tuntas agar kita bisa berpikir jernih kemudian mencari solusi yang tepat.

Saya bukan sarjana lingkungan, saya hanya senang dalam gerakan merawat lingkungan, sering bertanya dan berguru. pada mereka yang memiliki pengetahuan tentang lingkungan termasuk tentang residu khususnya plastik.

Dari berbagai diskusi, sumber dan refrensi yang saya dapatkan , saya coba menuliskan, terutama sekali berkaitan dengan tungku pembakar plastik yang disebut incenerator yang mulai muncul dibeberapa tempat seperti Perean, Badung dan juga di Padang Sambian, Denpasar.

Artikel Terkait

TEFA Perlu Kafah, Jangan Mualaf terhadap Deep Learning

Transformasi Jaminan Sosial menuju Pemberdayaan dan Kemandirian

Membebaskan sektor Riil dari Tekanan Merawat Independensi Bank Central

Kurangi timbulan dan pilah disumber

Sesungguhnya dua Pergub Bali nomor 97 tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai dan Pergub Bali nomor 47 tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber adalah Pergub yang sudah sangat tepat, tinggal komitmen semua pihak dan konsisten, plus harus sabar. Ayoo terus sosialisasikan dan aplikasikan kedua Pergub diatas.

Jangan instan dan panikan

Menyelesaikan problem sampah tidak bisa instan, panikan serta tidak boleh selalu membahas sampah di hilir dan tidak konsisten bangun kesadaran di hulunya. Mau cepat, sehingga hilang kesabaran minim informasi , pragmatis lalu solusinya bakar-bakar.

Itulah pentingnya memiliki pemahaman yang cukup dan utuh tidak mudah goyah dengan tawaran-tawaran penyelesaian persoalan sampah dengan cara pragmatis

Ingat persoalan sampah di hulu adalah persoalan manusia, jadi edukasi terus menerus manusianya yang tidak boleh putus waktunya akan lama, tapi hasilnya akan maksimal dan tuntas.

Manusia yg akan membentuk hebit, secara komunal manusia yang menjadikan budaya.

Budaya bersih adalah tujuan yang kita ingin capai, selanjutnya peradaban bersih adalah warisan untuk anak cucu dan generasi

Jangan Bakar Plastik

Kenapa harus diindari bakar plastik? plastik itu berasal dari residu minyak bumi, jadi sejak awal bahan pembuatnya beracun

Kalau bensin yang terbuat dari minyak bumi saja hasil pembakaranya kita sebut polusi, Apalagi residunya?

Ditambah plastik itu sejenisnya ada banyak sekali. Dan sebagian besar plastik yang kita gunakan sudah ditambah berbagai bahan, misal pewarna.

Proses pembakaran yang tidak sempurna akan menghasilkan reaksi kimia yang sulit ditangani dan mudah terbawa udara

Ketika pembakaran yang tidak sempurna lepas ke udara. Dioksin akan sulit sekali ditangani karena ukuranya sangat kecil, yaitu micron atau nano.

Apa bisa ditangkap, bisa! Tapi dengan membran yang tentu biayanya tidak murah, Dioksin itu tidak tunggal ada ratusan bahkan ribuan jenisnya.

Hasil pembakaran plastic tidak sempurna itu menghasilkan dioksin yang jumlah jenisnya tidak kita ketahui.

Karena dia senyawa beracun dengan bentuk yang beragam. Dia mudah masuk ketubuh manusia menyebabkan berbagai penyakit kronis termasuk kanker. Yang mana sulit diobati karena kita tidak tau dia dioksin yang mana

Kalau incenerator model seperti ini sama saja dengan bakar sampah biasa. Tidak cocok di tempatkan di lokasi padat penduduk, di desa-desa.

Disamping harus memenuhi perijinan untuk beroperasi juga harus lolos uji emisi, atau uji baku mutu, disamping itu juga tetap saja mesin ini harus di rawat dengan proper serta air filternya harus rutin di cek, kalau bocor, itu beracun sekali untuk udara sekitar

Biaya maintenance dan operasi cukup merogoh kocek Desa, butuh SOP dan pengawasan yang ketat ,,seharusnnya ini tidak disodorkan ke desa-desa.

Jika sangat terpaksa yang bakar-bakar, sebaiknya dibuat central saja di satu lokasi untuk membakar residu saja, yaitu di TPA. Itupun jalan terakhir kalau seandainya TPA tetap overload, membakar adalah tindakan terakhir dan terpaksa itupun dengan mesin yang canggih dengan suhu panas sampai 800c ke atas, incenerator yang benar-benar aman dan tertutup

Jadi contoh yang ada di Desa Padang Sambian seperti gambar video tidak mungkin sampai suhu panas 800cc apalagi harus di buka berulang kali untuk memasukkan sampah kering. Suhu pasti tidak stabil, karena sistem incenerator yang benar dan aman itu tertutup dengan frekwensi memasukan limbah residu, sekali lagi residu, bukan semua plastik dan sampah di bakar, dengan rentang waktu yang lama dan yang keluar dari ujung tiang tungku bukan asap seperi dalam video.

Saya sempat telepon Pak Gus Tre, Kadis lingkungan hidup Kota Denpasar apakah tungku pembakar sampah di Desa Padang Sambian itu sudah ada ijin operasional dan apakah sudah ada hasil uji baku mutu tentang emisi? Pak Kadis menjawab, belum.

Lho belum berijin, belum uji baku mutu kok sudah beroperasi? ditengah pemukiman pula., lalu bagaemana melakukan monitoring dan pengawasan

Saya juga komunikasi dengan Bapak Novrisal Tahar kepala bidang penanganan sampah dan limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup, beliu dengan tegas menyampaikan untuk Bali inscenerator model diatas tidak direkomendasikan.

Saya mengapresiasi dan menghormati semangat Pemerintah Desa , namun selusinya harus runut mengajak. memilah dan membakar itu kurang nyambung

Ayo diskusi bareng cari solusi, agar kita dapat solusi yang aman dan jangka panjang.

 

Penulis adalah seorang Pegiat lingkungan yg juga anggota DPRRI dari Fraksi PDI Perjuangan

Topik: Bahan BakarBakar PlastikSampah Plastik

TerkaitBerita

“Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?
Opini

TEFA Perlu Kafah, Jangan Mualaf terhadap Deep Learning

oleh Editor : Anggoro
23 Agustus 2026
Transformasi Jaminan Sosial menuju Pemberdayaan dan Kemandirian
Opini

Transformasi Jaminan Sosial menuju Pemberdayaan dan Kemandirian

oleh Editor : Anggoro
15 Agustus 2026
Bamsoet
Opini

Membebaskan sektor Riil dari Tekanan Merawat Independensi Bank Central

oleh Editor : Hairul
3 Agustus 2026
Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?
Opini

Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

oleh Editor : Anggoro
2 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

PT Mayawana Persada

PT Mayawana Persada Salurkan Peralatan Pemadam untuk Perkuat Penanganan Karhutla

12 September 2026
MORA GROUP

MORA GROUP BUKA MORA CUP 2026  SATUKAN KARYAWAN DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS DAN KEBERSAMAAN

12 September 2026
Wou Kids Resmi Diluncurkan, Leny Rafael Bidik Pasar Anak

Wou Kids Resmi Diluncurkan, Leny Rafael Bidik Pasar Anak

12 September 2026
PERTEMUAN PENTING: Presiden Rusia Vladimir Putin turun dari panggung disusul Presiden AS Donald Trump menuju mobil kepresidenan AS limosin Cadillac di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska pada Jumat (15/8/2025). (FOTO ILUSTRASI: Andrew Harnik/Getty Image)

Putin Kecam Taktik Negara Barat Beri Tekanan Perdagangan Jadi Gangguan Geopolitik

12 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4490 shares
    Share 1796 Tweet 1123
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    862 shares
    Share 345 Tweet 216
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya