Koranindopos.com – Jakarta. Akhir pekan ini Anda ingin berwisata yang tak perlu menguras tenaga dan biaya keluar kota? Mungkin, pameran Batik-Jinju Silk ini bisa menjadi pilihan tepat. Terutama, bagi Anda para penikmat karya batik.
Yayasan Kebudayaan dan Pariwisata Kota Jinju memamerkan berbagai busana batik yang dipadupadankan dengan Jinju Silk asal Korea Selatan (Korsel). Pagelaran yang diadakan di Jakarta Lotte Shopping Avenue itu merupakan proyek hasil kolaborasi antara budaya Indonesia dengan Korea Selatan.
Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat menikmati karya ‘Batik-Jinju Silk’ masa kini yang berdasar pada budaya tradisional Indonesia dan Kota Jinju. Jinju Silk adalah industri sutera Korea Selatan. Tidak hanya sebagai produsen 80 persen sutera di Korea Selatan, Kota Jinju juga merupakan salah satu dari lima produsen sutra terbesar di dunia. Brokat yang diproduksi di Kota Jinju memiliki reputasi konservatif karena telah digunakan oleh keluarga kerajaan dari Dinasti Goryeo hingga Kekaisaran Korea.

Pameran itu terwujud berkat kerja sama antara KBRI Korea Selatan dengan KOSRI (Korea Silk Research Institute) dan didukung oleh Kota Jinju serta Korean Foundation for International Culture Exchange (KOFICE).
Desainer Josephine Komara (CEO Bin House), seniman batik terkemuka Indonesia sekaligus pakar gerakan modernisasi batik dan Park Seon-ock (CEO GUIROE), desainer Hanbok kontemporer Korea Selatan turut berpartisipasi dalam proyek kolaborasi kali ini.
Pada pagelaran itu, desainer sekaligus CEO Bin House Josephine Komara mendesain langsung motif Batik-Jinju Silk. Sedangkan Park Seon-ock, desainer Hanbok kontemporer Korea Selatan, merancang Hanbok modern menggunakan kain motif batik tersebut.
Dalam galeri tersebut dipamerkan pula Hanbok artis-artis Korea Selatan karya desainer Park Seon-ock dan Hanbok Dal Hangari hasil kolaborasi dengan Kim Yeon-ah. Pengunjung juga bisa mencoba pakaian Hanbok Jinju Silk. ”Kota Jinju yang ditetapkan sebagai Kota Kreatif dalam bidang kerajinan dan kesenian rakyat oleh UNESCO adalah gudang harta berupa konten budaya,” ujar Min Won-sik, Direktur Yayasan Kebudayaan dan Pariwisata Kota Jinju akhir pekan kemarin.
Dia mengaku akan melakukan upaya untuk menggali kembali warisan budaya Kota Jinju dan menggunakannya secara kreatif untuk meningkatkan nilai pendapatan daerah dan mempromosikan Kota Jinju. (wyu/mmr)










