koranindopos.com – Jakarta. Kasus harian Covid-19 di Jakarta masih terus bertambah. Dari pemeriksaan PCR pada Senin (14/11/2022), ada 1.771 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jakarta. Untuk mencegah lonjakan kasus, selain mengimbau disiplin protokol kesehatan, Pemprov DKI terus mendorong masyarakat Jakarta untuk mengikuti program vaksinasi primer maupun booster.
Namun, vaksin yang tersedia di Jakarta saat ini hanya Pfizer. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Ngabila Salama. ”Stok vaksin Pfizer di Jakarta untuk enam wilayah kota administrasi di Jakarta masih cukup. Tapi, hanya ada jenis Pfizer saat ini di Jakarta,’’ terangnya.
Karena itu, anak usia 6–11 tahun yang sudah diizinkan vaksin tetap tidak bisa mengikuti program vaksinasi Covid-19 untuk sementara. Sebab, sesuai regulasi Kementerian Kesehatan, vaksin yang bisa dipakai untuk anak usia 6–11 tahun hanya Sinovac. ”Regulasinya masih seperti itu. Untuk anak usia 6–11 tahun, kami masih menunggu arahan dan logistik dari Kementerian Kesehatan,’’ tambahnya.
Ngabila juga menyampaikan, bagi anak usia 12 tahun ke atas, vaksin Pfizer sudah dinyatakan aman. ”Teman-teman di puskesmas sedang sosialisasikan lagi yang dosis pertamanya Sinovac bisa digantikan Pfizer untuk usia di atas 12 tahun. Sebab, masih banyak masyarakat yang tidak tahu ini. Ini kami lakukan sambil menunggu kiriman Sinovac dari Kementerian Kesehatan ke Dinkes DKI,’’ jelasnya.
Berdasar data vaksin.kemekes.go.id, hingga 14 November 2022 pukul 08.00, ada 29.579.047 dosis vaksin yang sudah disampaikan kepada DKI Jakarta. Di antara jumlah itu, yang sudah terpakai 29.392.071 dosis. Stok yang tersisa 186.976 dosis. Dengan rata-rata vaksinasi 5.556 orang pekan lalu, sisa stok vaksin tersebut diestimasikan cukup untuk 33 hari mendatang. (wyu/mmr)










