Koranindopos.com, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari kawasan perairan Anak Gunung Krakatau. Sebanyak lima orang jurnalis asal Jakarta dilaporkan hilang kontak saat sedang mengemban tugas peliputan di wilayah berisiko tinggi tersebut. Peristiwa ini langsung memicu gelombang keprihatinan luas, baik dari sesama pekerja media maupun publik nasional. Hingga saat ini, proses pencarian intensif masih terus dilakukan oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan beserta Basarnas untuk melacak titik keberadaan para korban.
Simpati atas musibah tersebut turut datang dari kalangan pelaku usaha, salah satunya Novita Emilda. Di sela-sela padatnya agenda bisnis memimpin PT Duta Topkey Energi, ia meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan sejumlah wartawan media hiburan dan gaya hidup di Jakarta. Dalam pertemuan hangat tersebut, suasana haru tak terelakkan ketika pembahasan tertuju pada nasib kelima jurnalis yang hingga kini belum ditemukan kepastiannya.
Bagi Novita, hilangnya para insan pers saat bertugas bukan sekadar berita duka bagi industri media, melainkan pukulan berat bagi sanak keluarga yang setia menanti di rumah. Rasa cemas dan ketidakpastian yang dialami keluarga korban menjadi perhatian utamanya. Ia menyadari betul betapa beratnya beban emosional yang harus ditanggung oleh mereka yang sedang menunggu kabar keselamatan anggota keluarganya.
“Saya pertama kali mendengar kabar ini tentu sangat sedih dan prihatin. Apalagi kita mengenal lima wartawan tersebut. Yang paling berat tentu dirasakan oleh keluarga yang sampai saat ini masih menunggu dan berharap mereka segera ditemukan,” ujar Novita.
Guna memaksimalkan proses evakuasi dan pencarian di perairan Krakatau yang dikenal memiliki medan dinamis, pengusaha asal Padang ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Koordinasi yang solid antara Basarnas, aparat keamanan, dan masyarakat pesisir dinilai menjadi kunci utama agar ruang gerak pencarian semakin efektif. Selain dukungan teknis, dorongan moral serta doa dari publik luas juga dinilai sangat berarti.
“Harapan saya, upaya pencarian terus diperkuat dan semua pihak dapat bekerja sama agar kelima wartawan ini segera ditemukan. Kita semua tentu berharap mereka dalam kondisi selamat dan bisa kembali kepada keluarga masing-masing,” katanya.
Perairan di sekitar Anak Gunung Krakatau dikenal memiliki karakteristik cuaca yang cepat berubah serta aktivitas vulkanik yang memerlukan kewaspadaan ekstra. Secara statistik peliputan di wilayah rawan bencana, risiko keselamatan lapangan kerap meningkat tanpa dugaan. Musibah ini menjadi pengingat keras bagi seluruh awak media dan instansi terkait untuk selalu menerapkan mitigasi risiko secara ketat sebelum menerjunkan personel ke area berbahaya.
Menanggapi tingginya risiko pekerjaan di medan ekstrem, Novita mengingatkan bahwa prosedur keselamatan tidak boleh diabaikan demi mengejar materi pemberitaan. Tak ada karya jurnalistik yang sebanding dengan harga nyawa manusia. Oleh sebab itu, prinsip safety first harus selalu tertanam dalam setiap perencanaan kegiatan di lapangan.
“Dalam kondisi seperti ini, keselamatan adalah yang paling utama. Apa pun agenda atau pekerjaan yang sedang dijalankan, kesehatan dan keselamatan kita harus menjadi prioritas,” tuturnya.
Sebagai seorang ibu, Novita dapat merasakan secara personal betapa hancurnya perasaan para orang tua dan keluarga yang terus memantau perkembangan berita setiap harinya. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak berhenti memberikan semangat positif dan menjaga optimisme agar tim pencari diberikan kemudahan di lapangan.
“Kepada keluarga, jangan pernah putus harapan dan jangan berhenti berdoa. Kita sama-sama berharap ada kabar baik, semoga lima wartawan ini berada dalam kondisi baik di lokasi dan segera ditemukan sehingga dapat kembali berkumpul dengan keluarganya,” ucap Novita.
Di tengah kondisi pelik yang diselimuti ketidakpastian, kekuatan doa dan solidaritas antar-sesama menjadi pegangan utama. Harapan besar tertuju pada kesiapan seluruh tim penyelamat agar dapat menyelesaikan misi kemanusiaan ini dengan hasil yang diharapkan oleh semua pihak.
“Semoga segera ada kabar baik. Semoga mereka ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali kepada keluarga serta orang-orang yang menunggu mereka,” pungkasnya. (BRG/Hend)










