Kamis, 4 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Opini

G20 dan Bahasa Dunia

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
11 Desember 2022
in Opini
A A
0
G20
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hardyanto *)

koranindopos.com – Banyak orang mengira G20 merupakan organisasi internasional yang memiliki angggota 20 negara atau negara bangsa (nation state). Menurut media sosial resmi Presidensi G20 Indonesia, G20 adalah “Forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (UE)”.

Anggota lengkap G20 adalah Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa. Dengan demikian, kelompok mancanegara G20 bernama asli The Group of Twenty tersebut memiliki anggota forum kerja sama mulitilateral dari 19 negara dan 1 organisasi regional multinasional. Patut dicatat bahwa Italia, Jerman, dan Prancis adalah juga anggota Uni Eropa (yang memiliki anggota 27 negara).

Tahun ini Indonesia menjadi Presidensi G20 dan menyelenggarakan rangkaian pertemuan dengan puncaknya berupa Konferensi Tingkat Tinggi/KTT (Summit) G20 yang ke-17 di Bali pada 15-16 November 2022 lalu. Indonesia menerima tongkat estafet Presidensi G20 dari Italia tahun lalu dan pada KTT G20 Bali menyerahterimakannya kepada India yang akan menjadi Presidensi G20 tahun depan.

Artikel Terkait

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

Sejatinya G20 tidak memiliki ketua, sekretariat, dan markas besar secara tetap. Hal-hal tersebut dilakukan oleh presidensi tahun lalu, presidensi tahun ini, dan presidensi tahun depan. Pola ini dikenal dengan istilah troika.

Sedangkan Jalur Kerja (Workstreams) G20 adalah Jalur Keuangan (Finance Track) dan Jalur Sherpa (Sherpa Track). Jalur Keuangan membahas secara fokus isu ekonomi dan keuangan yang pembahasannya dilakukan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral masing-masing negara anggota. Sedangkan Jalur Sherpa membahas masalah isu nonkeuangan yang lebih luas untuk membahas dan memberikan rekomendasi agenda dan prioritas G20. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 G20 (Bali Summit) atau The 17th G20 Leaders’ Summit dihadiri oleh para kepala pemerintahan (heads of governments) negara anggota serta Presiden Komisi Eropa dan Presiden Dewan Eropa dari Uni Eropa.

Data utama yang kerap digaungkan adalah bahwa G20 memiliki 80 persen PDB atau produk domestik bruto dunia (world’s Gross Domestic Product/GDP), 75 persen perdagangan internasional (international trade), dan 60 persen populasi dunia (world’s population).

Dari sisi bahasa, G20 bisa menambahkan data bahwa grup global tersebut memiliki 50 persen bahasa dunia (world’s languages). Menurut situs web Ethnologue, the Languages of the World, pada saat ini di dunia terdapat 7.151 bahasa yang masih hidup. Dari 10 negara yang memiliki bahasa terbanyak di dunia, 7 di antaranya anggota G20. Mereka adalah Indonesia (715 bahasa/peringkat 2), India (456/4), Amerika Serikat (337/5), Australia (317/6), Tiongkok (307/7), Meksiko (301/8), dan Brazil (238/10). Selain itu, Kanada memiliki sekitar 200 bahasa dan Uni Eropa sekitar 255 bahasa. Dengan demikian, secara keseluruhan G20 memiliki sekitar 3.600 bahasa atau 50 persen bahasa dunia lebih.

Pada situs web yang sama, Ethnologue melansir 200 bahasa yang paling banyak ditutur (most spoken languages). Dari 20 bahasa yang paling banyak ditutur di dunia, terdapat 10 negara anggota G20. Mereka adalah bahasa Inggris (1,5 miliar penutur/peringkat 1), bahasa Cina Mandarin (1,1/2) dan bahasa Cina Yue (85,6 juta/19), bahasa Hindi (602,2 juta/3), bahasa Prancis (274,1/5), bahasa Arab standar (274/6), bahasa Rusia (258,2/8), bahasa Indonesia (199/11), bahasa Jerman standar (134,6/12), bahasa Jepang (124,4/13), serta bahasa Turki (88,1/17).

Sementara itu, G20 memiliki lima anggota yang bahasa negara anggotanya menjadi bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (United Nations official languages). Mereka adalah bahasa Arab (عربي), bahasa Cina (中文), bahasa Inggris (English), bahasa Prancis (Français), dan bahasa Rusia (Русский). Dari total enam, satu lagi bahasa resmi PBB adalah bahasa Spanyol (Español). Sebagai catatan, Spanyol yang juga anggota Uni Eropa bukan negara anggota G20, namun telah menjadi tamu tetap (permanent guest) dalam kegiatan G20.

Sebagai organisasi internasional yang menyelenggarakan rangkaian pertemuan sepanjang tahun, tentunya terdapat berbagai peristilahan atau kosakata. Jika kita membuka situs web resmi dan media sosial G20 dalam berbagai platform, maka kita akan menemukan ratusan istilah yang digunakan dalam pertemuan-pertemuan baik Jalur Keuangan maupun Jalur Sherpa serta KTT G20 dan kegiatan sampingan (side events) lainnya.

Tulisan ini hanya membahas tiga istilah yang sangat ikonik dalam G20. Ketiga istilah tersebut berasal dari rumpun bahasa dan subrumpun bahasa yang berbeda. Ketiga istilah dimaksud adalah summit, Sherpa, dan troika.

Istilah ikonik pertama adalah summit. Istilah summit berasal dari bahasa Inggris. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bahasa Inggris berada dalam subrumpun bahasa Germanik pada rumpun bahasa Indo-European. Summit berarti “puncak”, “teratas”, khususnya “titik tertinggi”, dan seterusnya. Ia dapat juga diterjemahkan sebagai “suatu konferensi dengan kehadiran pejabat bertingkat paling tinggi”. Dalam konteks G20 di Indonesia, lema summit secara baku telah diterjemahkan sebagai “Konferensi Tingkat Tinggi” atau biasa disingkat dengan “KTT”.

Istilah kedua, Sherpa, berasal dari bahasa Nepal yang berada dalam subrumpun bahasa Tibeto-Burman pada rumpun bahasa Sino-Tibetan. Istilah Sherpa merupakan turunan dari kata “shar” (yang berarti “timur”) dan “pa” (yang berarti “orang”). Hal ini merujuk pada asal geografis kaum Sherpa yang sejatinya adalah salah satu suku bangsa Tibet yang hidup di dataran tinggi Nepal, Tibet, dan pegunungan Himalaya. Suku bangsa Sherpa adalah pendaki yang kuat, andal, dan berpengalaman. Mereka kerap menjadi pemandu para pendaki dari seluruh dunia untuk mendaki dan mencapai puncak pegunungan, khususnya Himalaya. Istilah Sherpa menjadi generik sebagai pemandu pendaki gunung di seluruh dunia. Dalam konteks G20, menurut media sosial Instagram Presidensi G20 Indonesia, istilah Sherpa yang diserap secara utuh sebagai “Sherpa” diartikan sebagai “istilah untuk pemandu di Nepal, menggambarkan bagaimana para Sherpa G20 membuka jalan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)”.

Istilah terakhir dalam G20 yang ikonik adalah troika. Istilah troika diambil dari bahasa Rusia troika (тройка). Bahasa Rusia berada dalam subrumpun bahasa Balto-Slavic pada rumpun bahasa Indo-European. Secara harfiah istilah troika dapat diterjemahkan sebagai “tiga serangkai”, “tiga kali lipat”, “bertiga”, dan seterusnya. Dalam konteks G20, troika yang juga diserap secara utuh sebagai “troika” diartikan sebagai “Presidensi tahun berjalan beserta presidensi sebelum dan presidensi selanjutnya”.

Presidensi G20  Indonesia ternyata memberikan banyak pengetahuan dan pelajaran serta dan menambah literasi baru. Selain data ekonomi dan sosial serta politik dan keamanan, terdapat pula pengetahuan budaya dan bahasa yang membuka cakrawala bahwa betapa kayanya wawasan G20 yang dapat terus dipelajari lebih lanjut.

Catatan: Bahan dan data diambil dan diolah dari berbagai sumber media cetak, elektronik, dan digital.

*) Penerjemah Pemerintah dalam KTT G20 Bali 2022/Penerjemah Ahli Madya pada Asisten Deputi Bidang Naskah dan Penerjemahan, Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet, Sekretariat Kabinet

 

Topik: G20

TerkaitBerita

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?
Opini

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

oleh Editor : Anggoro
3 Juni 2026
PERKUAT KELUARGA: Dari kiri, Bendahara Umum Sari Yuliati, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Adies Kadir dalam satu momentum kegiatan partai. (Foto Ilustrasi: memoindonsia.co.id)
Opini

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

oleh Editor : Memoarto
11 Mei 2026
Arsitektur Baru Keadilan Pajak
Opini

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

oleh Editor : Anggoro
6 Mei 2026
Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan Sekadar Sekolah
Opini

Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan Sekadar Sekolah

oleh Editor : Anggoro
5 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Demo di Kawasan Gambir Hari Ini, Polisi Siagakan 290 Personel dan Imbau Warga Hindari Titik Rawan Macet

Demo di Kawasan Gambir Hari Ini, Polisi Siagakan 290 Personel dan Imbau Warga Hindari Titik Rawan Macet

4 Juni 2026
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Mantan Wakilnya Jadi Tersangka Korupsi Program MBG

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Mantan Wakilnya Jadi Tersangka Korupsi Program MBG

4 Juni 2026
TAK HARMONIS: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam satu momentum di Gedung Putih. (Foto Ilustrasi: Dok./ whitehouse.gov)

Trump Akui Sebut Netanyahu Gila Melalui Telepon

4 Juni 2026
MASUK DAFTAR: Kapten Prancis, Kylian Mbappe, merayakan golnya ke gawang Islandia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup D di Parc des Princes stadium. (Foto Ilustrasi: (c) AP Photo/Christophe Ena)

Kylian Mbappe Masuk Kandidat Peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3388 shares
    Share 1355 Tweet 847
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    393 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Edukasi Komunitas Forex Bandung, Didimax Ingatkan Pentingnya Transaksi Mandiri Demi Keamanan Dana

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Dapat Pujian dari Kepala Bappebti, Apa Kunci Sukses 27 Tahun Perjalanan Didimax?

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya