koranindopos.com – JAKARTA. Depo Pertamina Plumpang, Jalan Tanah Merah Bawah, Koja, Jakarta Utara, dilanda kebakaran hebat pada Jumat malam, sekitar pukul 19.30. Belum diketahui penyebab dan jumlah korban akibat insiden yang terjadi untuk kali kedua setelah 2019 lalu tersebut.
Menurut, Rafles, 28, salah seorang warga RT 012-RW 09, Jalan Koramil, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, sekitar pukul 20.15, terdengar ledakan dahsyat dan disusul si jago merah tampak membubung tinggi melumat bangunan depo. ”Deket sama perumahan warga. Sekitar 500 meter,” ujar Syamsul.
Menurut Rafles, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah kejadian. Menurut data sementara dari petugas yang enggan disebutkan identitasnya, jumlah mobil pemadam yang dikerahkan berjumlah 18 unit berasal dari lima wilayah kota administratif di Jakarta.
Pantauan di lapangan, belasan korban kebakaran telah dievakuasi ke RSUD Koja. Satu di antaranya adalah balita. Mereka langsung dilarikan ke ruang IGD. Untuk korban meninggal, hingga pukul 23.30, sudah lebih dari lima kantung jenazah yang dievakuasi di posko Taktis Koramil 01 Koja. Jumlah tersebut terus bertambah. ”Belum bisa dipastikan berapa jumlah yang meninggal,” ungkap salah seorang petugas damkar yang menolak disebutkan identitasnya.
Manager Communication and CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan belum dapat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut. Untuk diketahui, kebakaran Depo Pertamina Plumpang ini sudah kali kedua. Pada Januari 2019 depo strategis Pertamina itu juga dilalap api. Depo tersebut bertanggung jawab atas 20 persen pasokan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional. (wyu/mmr)










