koranindopos.com – Depok, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok, bekerja sama dengan Baznas Republik Indonesia (RI), telah bersiap untuk menggagas program Z-Auto dan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada tujuh penerima manfaat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
Abdul Ghofar, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Baznas Depok, menjelaskan bahwa program Z-Auto akan memberikan bantuan modal serta pelatihan dan pendampingan teknis secara berkala. Hal ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Di sisi lain, program RTLH bertujuan memenuhi kebutuhan dasar, terutama perbaikan tempat tinggal bagi mereka yang memiliki rumah yang tidak layak huni.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan etos kerja mustahik serta merenovasi rumah warga dhuafa di Kota Depok yang kondisinya mengkhawatirkan dan tidak layak huni,” ujarnya.
Pada tahun ini, program Z-Auto akan memberikan bantuan kepada lima penerima manfaat, sementara program RTLH akan membantu dua penerima manfaat. Penerima manfaat program Z-Auto berasal dari empat kecamatan, yaitu Bojongsari, Sawangan, Cimanggis, dan Pancoran Mas. Sedangkan penerima manfaat program RTLH berasal dari dua kecamatan, Sawangan dan Cinere.
Abdul Ghofar juga menjelaskan bahwa dana yang dikeluarkan untuk program Z-Auto adalah sekitar Rp 20 juta per penerima manfaat, atau total sebesar Rp 100 juta. Sedangkan dana program RTLH mencapai sekitar Rp 25 juta per penerima manfaat, atau total sebesar Rp 50 juta. Jumlah keseluruhan dana yang dialokasikan untuk kedua program tersebut mencapai sekitar Rp 150 juta.
Program-program ini direncanakan akan diresmikan pada tanggal 3 Oktober di Kantor Baznas Depok untuk program Z-Auto dan pada tanggal 6 Oktober di rumah penerima manfaat bantuan RTLH.
Abdul Ghofar berharap bahwa melalui kolaborasi antara Baznas Kota Depok dan Baznas RI, program-program ini dapat menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pendistribusian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), serta membantu mengubah status penerima manfaat menjadi penyumbang (muzaki) di Kota Depok.
“Semoga program Z-Auto menjadi unggulan di Kota Depok dan menciptakan lapangan pekerjaan baru dalam bentuk bengkel sepeda motor. Sementara program RTLH diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar, terutama perbaikan tempat tinggal, sehingga meningkatkan produktivitas dan etos kerja mustahik,” tambah Abdul Ghofar. (ana)










