Koranindopos.com – Jakarta. Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) menggagas program AMI Peduli.
YAMI juga akan menghiimpun dan mengajak para musisi tradisional untuk ikut mendapatkan pelayanan perlindungan diri dalam bekerja dengan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Upaya menjaga kualitas kebudayaan nasional perlu dilakukan oleh seluruh pihak. Salah satunya dengan menjaga masa depan kehidupan para musisi tradisional dari hal yang tidak diinginkan ketika bekerja,” ujar Direktur Perfilman, Musik dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra saat ditemui di Senayan Jakarta Pusat, Senin (6/11) lalu.

AMI Peduli merupakan inisiasi memberikan jaminan perlindungan diri saat bekerja terhadap para musisi tradisional yang selama ini telah menorehkan karya dan melestarikan kebudayaan nasional.
Inisiasi tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Menurut Ahmad Mahendra, musisi tradisional merupakan bagian dari pelaku utama dalam pemajuan kebudayaan.
Menurut Mahendra, asuransi perlindungan diri yang diberikan kepada musisi tradisional akan menciptakan ketenangan dalam bekerja sehingga kreasi karya bermutu dapat tercipta secara baik dalam mendukung pemajuan kebudayaan.
“Pemberian asuransi perlindungan diri dalam bekerja kepada musisi tradisional adalah inovasi baru dalam industri musik. Melindungi diri dan kerja mereka menciptakan karya adalah bentuk penghormatan terhadap musisi tradisional,” jelas Ahmad Mahendra.
Sementara itu Ketua Umum YAMI Chandra Darusman mengatakan jika karir musisi tradisional perlu dijaga sehingga merasa aman dan dengan begitu mereka dapat selalu menginspirasi tentang kekayaan kebudayaan nasional.
“Hal itulah yang melatari secara dasar YAMI merealisasikan program AMI Perduli. Keinginan YAMI supaya musisi tradisional terus memberikan dampak positif ke perkembangan industri musik Indonesia sebab diri mereka terlindungi ketika berkarya,” ucap Candra Darusman.










