
SUMENEP, koranindopos.com – Menurunnya penyebaran Covid-19 di tanah air disambut suka cita oleh masyarakat. Termasuk oleh mereka yang selama ini bergelut di dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang selama pandemi Covid-19 dilaksanakan secara virtual, kini mulai kembali berlangsung secara tatap muka. Begitu juga dengan kegiatan kepesantrenan yang selama pandemi tidak terlaksana, kini kembali dilaksanakan.
Di Sapeken, Sumenep, Jawa Timur, misalnya. Di wilayah kepulauan Madura itu, salah satu pondok pesantren yang bernama Pesantren Persis Abu Hurairah kembali melaksanakan kegiatan tahunan santri bernama Rihlah Tarbawiyah Cerdas Intensif (RTCI) pada tahun ini. Kegiatan tersebut sebelumnya tidak bisa terlaksana selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Santri di dua angkatan terpaksa mengubur keinginan mereka melaksanakan RTCI ke beberapa kota di tanah air.
Para santri kelas akhir yang menjadi peserta RTCI tahun ini akan berada di Lamongan selama hampir dua bulan. Turut bersama mereka empat dewan guru atau asatiz. Selama di kota soto itu, para santri akan memperdalam ilmu agama, khususnya bahasa Arab dan pelajaran tafsir Alquran. Dengan harapan pemahaman dan penguasaan mereka terhadap ilmu agama Islam semakin menjanjikan sebagai bekal dakwah ketika lulus studi dari pesantren. Apalagi tantangan mereka sebagai dai di masa mendatang diprediksi akan semakin berat.
Seperti halnya pelaksanaan RTCI sebelumnya, tahun ini para santri yang berjumlah 23 orang memulai langkah mulia mereka dengan menggunakan kapal perintis. Mereka dihantar oleh dewan guru, orang tua wali, dan para santri ke pelabuhan. Kapal program tol laut dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu akan membawa para santri dan penumpang lainnya dari Pelabuhan Sapeken menuju Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, dengan memakan waktu sekitar 12-13 jam di atas laut. Selanjutnya meneruskan perjalanan ke Lamongan melalui jalur darat.
Berdasar pantauan koranindopos.com di Pelabuhan Sapeken, wajah ceria tidak hanya tampak pada para santri yang akan berangkat ke Lamongan. Tapi juga di wajah adik-adik kelas mereka yang mengantar ke pelabuhan. Bahkan, beberapa dari warga yang berada di pelabuhan mendoakan santri yang saat ini duduk di kelas V yang akan menjadi peserta RTCI edisi berikutnya. Warga berharap pandemi benar-benar berakhir tahun depan agar santri kelas V saat ini bisa berangkat melaksanakan RTCI seperti kakak kelas mereka.(hai)









