Koranindopos.com – Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi, teknologi, maupun politik, tetapi juga oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kerukunan antarumat beragama. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Dalam sambutannya, Nasaruddin mengatakan Indonesia memerlukan keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan spiritual agar mampu terus melangkah menjadi bangsa yang maju dan berkarakter.
“Kami meyakini bahwa bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, atau ketangguhan politik. Bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antar sesama,” ujar Nasaruddin.
Menag menjelaskan, penyelenggaraan Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan bentuk ikhtiar batin yang diharapkan mampu memperkuat langkah nyata dalam membangun Indonesia.
Menurutnya, zikir dan doa bukan hanya menjadi aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa membutuhkan keseimbangan antara spiritualitas dan kerja nyata.
“Pelaksanaan zikir dan doa kebangsaan malam ini kita jadikan ikhtiar batin untuk menguatkan langkah-langkah lahir. Dengan zikir, kita meneguhkan hati, dengan doa, kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian, kita membangun bumi,” katanya.
Nasaruddin mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 100.000 peserta yang datang dari berbagai daerah dengan latar belakang agama dan keyakinan yang beragam.
Ia mengapresiasi kehadiran seluruh peserta yang bersama-sama memanjatkan doa bagi persatuan, kedamaian, dan kemajuan Indonesia.
Menurutnya, kebersamaan masyarakat dari berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa semangat persatuan tetap terjaga di tengah keberagaman bangsa.
Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama menjadi penanda dimulainya rangkaian Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara berlangsung di Lapangan Monas mulai pukul 17.00 WIB hingga 21.30 WIB dengan diisi berbagai kegiatan keagamaan dan kebangsaan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menjelaskan bahwa rangkaian acara meliputi zikir bersama, khataman Al-Qur’an, salat Magrib berjamaah, penampilan hadrah, hingga Shalawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Zian Fahrezi serta doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh tokoh-tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.
Menurut Kamaruddin, doa lintas agama tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kerukunan sebagai modal utama pembangunan nasional.
Untuk mendukung kelancaran acara, panitia menyiapkan berbagai fasilitas bagi para peserta yang memadati kawasan Monas.
Kementerian Agama menyediakan ratusan unit toilet serta area wudu dengan sekitar 1.000 hingga 1.500 keran, sehingga peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman.
Melalui penyelenggaraan Zikir dan Doa Kebangsaan, pemerintah berharap semangat religius, persatuan, dan gotong royong semakin menguat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada aspek material, tetapi juga membutuhkan fondasi spiritual, akhlak yang luhur, dan kerukunan antarumat sebagai kekuatan utama menuju Indonesia yang maju dan harmonis.(dhil/kmps)










