
JAKARTA, koranindopos.com – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara terkait rumor yang menyebut pemerintah akan menghentikan pemberangkatan jemaah umrah. Dia memastikan bahwa pemberangkatan jemaah asal Indonesia tidak akan dihentikan. Adapun proses keberangkatan akan tetap menerapkan skema kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP). Kebijakan tersebut sama seperti aturan yang berlaku saat pemerintah kembali memberangkatkan jemaah beberapa hari lalu setelah sekian lama dihentikan akibat pandemi Covid-19.
Menteri yang akrab disapa Gus Yaqut itu menegaskan bahwa tidak ada undang-undang yang melarang warga negara pegi ke luar negeri. Termasuk untuk menjalankan ibadah umrah, jika sudah mendapatkan visa. Kecuali jika warga tersebut terkena masalah hukum. Dia sudah memerintahkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag agar proses keberangkatan jemaah tetap menerapkan one gate policy. “One gate policy tetap diberlakukan. Jangan kemudian di masing-masing daerah bisa terbang sendiri-sendiri,” tegas Gus Yaqut saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Senin (17/1).
Jika warga sudah mendapat visa, lanjut Gus Yaqut, maka dia berhak pergi ke luar negeri. Tugas pemerintah hanya melakukan pengaturan berupa penerapan one gate policy. Menag mengaku awalnya ada usulan untuk mencabut pengaturan one gate policy. Namun, setelah proses evaluasi, apalagi ada kasus tim advance penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang terkena varian baru Covid-19, Omicron, diputuskan kebijakan satu pintu tetap diberlakukan. “Kita masih pakai one gate policy aja masih ada yang kena, apalagi kalau dicabut, akan sangat riskan,” papar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Baca Juga : Sebanyak 419 Jemaah Umrah Sudah Di Berangkatkan
Seperti diberitakan koranindopos.com sebelumnya, jemaah umrah Indonesia diberangkatkan kali pertama pada 8 Januari 2022. Hingga keberangkatan pada 15 Januari lalu, total 1.731 jemaah umrah telah sudah berangkat ke Arab Saudi. Dari jumlah itu, 400 jemaah di antaranya akan kembali ke tanah air pada hari ini. “Kita sudah melakukan evaluasi terhadap tim advance yang pulang dari Saudi. Evaluasi akan dilakukan lebih komprehensif seiring kepulangan jemaah umrah yang pertama,” tutur Gus Yaqut. Disinggung kemungkinan asrama haji Pondok Gede menjadi tempat karantina kepulangan jemaah umrah, Menag mengaku masih belum mendapatkan persetujuan dari Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19.(hai)









