Minggu, 31 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi

DBS Tambahkan SGD100 Juta untuk Ciptakan Kehidupan Lebih Baik di Asia

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
17 Februari 2022
in Ekonomi
A A
0
DBS Tambahkan SGD100 Juta untuk Ciptakan Kehidupan Lebih Baik di Asia

DBS pada hari ini mengumumkan akan mengucurkan tambahan dana sebesar SGD100 juta untuk memajukan upayanya meningkatkan kehidupan di Asia.

Share on FacebookShare on Twitter
1232244872p - DBS Tambahkan SGD100 Juta untuk Ciptakan Kehidupan Lebih Baik di Asia
DBS pada hari ini mengumumkan akan mengucurkan tambahan dana sebesar SGD100 juta untuk memajukan upayanya meningkatkan kehidupan di Asia.

 

JAKARTA, koranindopos.com – Dengan pandemi mengacaukan mata pencaharian dan membuat perhatian tertuju pada berbagai masalah sosial, DBS pada hari ini mengumumkan akan mengucurkan tambahan dana sebesar SGD100 juta untuk memajukan upayanya meningkatkan kehidupan di Asia. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kegiatan DBS Foundation dalam menumbuh kembangkan wirausaha sosial, serta berbagai upaya filantropi dan bantuan krisis. Pada saat sama, DBS Foundation, yang sudah berusia delapan tahun, akan memperluas lingkup kerjanya. Itu berarti bahwa sejak sekarang, DBS Foundation akan meliputi:

Cabang ‘Bisnis Berdampak Sosial’ (‘Businesses for Impact’), yang akan membantu memperluas upaya DBS Foundation dalam membantu wirausaha sosial/bisnis berdampak sosial[1] untuk tumbuh dari tahap pencarian ide menjadi bisnis berkembang dan memberdayakan mereka untuk menangani masalah sosial dan lingkungan.

Cabang baru ‘Dampak Komunitas’ (‘Community Impact’) akan meningkatkan sumbangan bank kepada masyarakat melalui pemberian bantuan dana dan kegiatan sukarela di bidang pendidikan, lanjut usia, dan lingkungan.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Turun Tipis dalam Sepekan, Sempat Anjlok hingga Rp31.000 per Gram

ESDM Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman Meski Pasokan Global Terganggu

DJP Blokir Serentak Rekening 84 Wajib Pajak, Tunggakan Capai Rp330,6 Miliar

DBS Foundation, yayasan pertama di Singapura yang diabdikan untuk mendukung kewirausahaan sosial, didirikan pada 2014 untuk mendukung kemajuan bisnis inovatif yang memiliki dampak sosial. Sejak saat itu, yayasan tersebut telah memberikan lebih dari SGD10 juta dalam bentuk hibah kepada lebih dari 90 bisnis di kawasan dan membina 800 bisnis lain melalui program pengembangannya.

Dengan menggunakan pendekatan “One Bank” dalam bekerja dengan berbagai bisnis tersebut, yayasan ini juga memanfaatkan sumber daya bank untuk memberikan dukungan menyeluruh, antara lain melalui advokasi, pelatihan keterampilan, pengembangan kemampuan, dan peluang bisnis.

Dengan dukungan yayasan ini, banyak bisnis tersebut berevolusi, dari start-up yang masih mencari dana untuk mengembangkan ide mereka menjadi bisnis berkelanjutan, yang tidak hanya memimpin di ranahnya tetapi juga menjadi agen perubahan itu sendiri. Homage dan Treedots, perusahaan yang berbasis di Singapura, misalnya, baru memulai bisnisnya ketika mereka menerima dana hibah DBS Foundation masing-masing pada 2016 dan 2018.

Pada saat ini, Homage memiliki jaringan terdiri atas 6.000 tenaga kesehatan profesional, yang disaring, dilatih dan dinilai secara teliti, dan baru saja menerima pembiayaan Seri C. Treedots baru-baru ini menerima pembiayaan Seri A untuk melanjutkan rencana perluasan pasarnya. Di luar wilayah lokal, penerima hibah pada 2018, PHOOL (India), yang mengolah limbah bunga menjadi kemasan mudah terurai dan “kulit” berbahan dasar jamur dan tumbuhan (bio-leathers), menampilkan produknya di Paris Fashion Week 2021.

Di Indonesia sendiri, terdapat sebuah wirausaha sosial bernama Mycotech (MYCL) yang juga telah menerima dua kali dana hibah dari DBS Foundation. Didirikan pada tahun 2015, MYCL berfokus untuk menciptakan produk serta bahan bangunan dari bagian vegetatif seperti benang dari jamur atau dikenal juga dengan miselium. Keresahan akan jumlah limbah jamur tiram yang dibakar karena tak terpakai, MYCL justru melihat manfaat dari sisa limbah tersebut agar tak ada makanan yang terbuang.

Saat ini, MYCL juga turut mengundang masyarakat untuk berani menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan yang lebih baik dengan memamerkan konsep Spring Summer 2022 collection (SS22), sebuah koleksi runaway yang sebelumnya telah ditampilkan pada Paris Fashion Week di bulan Juni 2021.

Dana tambahan SGD100 juta itu tidak hanya memungkinkan bank dan DBS Foundation meningkatkan dukungan untuk bisnis berdampak sosial, tetapi juga berbuat lebih banyak untuk mengatasi masalah sosial, yang semakin mendesak, di kawasan tersebut.

Dengan Covid-19 menimbulkan gejolak keuangan dan ekonomi di seluruh dunia, pentingnya literasi keuangan sangat mendesak, namun tingkat literasi keuangan tetap rendah di banyak negara Asia [2]. Hal lain yang juga memprihatinkan adalah “kesenjangan digital” semakin lebar di Asia Tenggara, dengan pandemi mempertegas ketimpangan antara penduduk yang sudah menikmati akses ke teknologi internet serta mereka yang belum memiliki akses tersebut.

Secara terpisah, berbagai kajian memperkirakan bahwa seperempat orang Asia akan memasuki usia 60 tahun ke atas pada 2050[3], memicu kekhawatiran tentang kemungkinan dampak sosial-ekonomi dari penduduk Asia yang menua dengan cepat. Pada saat sama, sampah makanan, yang merupakan penyumbang utama perubahan iklim, tetap menjadi masalah untuk kawasan itu: sepertiga dari makanan yang dihasilkan secara global hilang atau terbuang, dan lebih dari setengahnya terjadi di Asia, tempat lebih dari setengah penduduk dunia kekurangan gizi berada.

Piyush Gupta, Chief Executive Officer DBS Bank, mengatakan, “Covid-19 menggarisbawahi pentingnya agenda ESG (environmental, social, governance). Kami sedang membangun “E” ke dalam jalinan bisnis kami, tetapi masalah terkait ketidaksetaraan juga sama penting.

Selama bertahun-tahun, kami memberikan kembali kepada masyarakat dalam berbagai cara, seperti, menyediakan perbankan inklusif, mengadvokasi usaha kecil yang menciptakan dampak sosial, serta mendukung gerakan masyarakat. Dengan komitmen tambahan SGD100 juta, kami dapat meningkatkan upaya menciptakan kebaikan sosial dan membantu membuka jalan bagi dunia lebih adil.”

Euleen Goh, Ketua DBS Foundation, mengatakan, “Selama bertahun-tahun, DBS Foundation membangun rekam jejak kuat dalam membantu wirausaha sosial untuk berkembang. Sungguh memuaskan melakukan perjalanan bersama-sama dengan bisnis berdampak sosial ini.

Kisah keberhasilan mereka adalah bukti bahwa bisnis dapat berjalan dengan baik bersamaan dengan upaya meningkatkan kehidupan dan/atau membantu melestarikan bumi. Kami berharap dapat menciptakan dampak bersama lebih besar dengan tidak hanya memberdayakan bisnis berdampak sosial, tetapi juga bekerja dengan masyarakat luas, dengan fokus pada pendidikan, lansia, dan lingkungan.”

Selain mendukung perluasan lingkup DBS Foundation, dana tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung prakarsa filantropi lain, di samping bantuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan selama masa sulit. Pada saat pandemi mulai merebak pada 2020, DBS membentuk DBS Stronger Together Fund dengan dana 10,5 juta dolar Singapura dan menyediakan 4,5 juta paket makanan dan perawatan, serta peralatan medis, untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Saat upaya melawan Covid-19 berlangsung sengit pada 2021, DBS menyumbangkan 1.000 konsentrator oksigen ke Indonesia, dan tiga tabung oksigen kriogenik serta 300 konsentrator oksigen ke India. DBS juga memiliki program sukarelawan aktif, dengan karyawan menyumbangkan 100.000 jam kerja sukarela dan menjangkau lebih dari 390.000 penerima manfaat pada 2021. (sls)

Topik: DBS FoundationpandemiWirausaha Sosial

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Melonjak Rp 35.000 per Gram, Kini Tembus Rp 2,78 Juta
Bisnis

Harga Emas Antam Turun Tipis dalam Sepekan, Sempat Anjlok hingga Rp31.000 per Gram

oleh Editor : Affandy
31 Mei 2026
ESDM Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman Meski Pasokan Global Terganggu
Bisnis

ESDM Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman Meski Pasokan Global Terganggu

oleh Editor : Affandy
29 Mei 2026
DJP Blokir Serentak Rekening 84 Wajib Pajak, Tunggakan Capai Rp330,6 Miliar
Bisnis

DJP Blokir Serentak Rekening 84 Wajib Pajak, Tunggakan Capai Rp330,6 Miliar

oleh Editor : Affandy
28 Mei 2026
TELEKOMUNIKASI: Sebuah tower base transceiver station (BTS) berdiri menjulang di tengah pulau. (Foto Ilustrasi: Dok./Telkomsel)
Bisnis

Klaim Pembangunan Infrastruktur BTS Tingkatkan Ekonomi Regional

oleh Editor : Memoarto
26 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Japan Airlines Diusut Usai Awak Kabin Diduga Minum Alkohol Sebelum Bertugas

Japan Airlines Diusut Usai Awak Kabin Diduga Minum Alkohol Sebelum Bertugas

31 Mei 2026
PSG Samai Rekor Barcelona, Cetak 45 Gol dalam Semusim Liga Champions

PSG Samai Rekor Barcelona, Cetak 45 Gol dalam Semusim Liga Champions

31 Mei 2026
Harga Emas Antam Melonjak Rp 35.000 per Gram, Kini Tembus Rp 2,78 Juta

Harga Emas Antam Turun Tipis dalam Sepekan, Sempat Anjlok hingga Rp31.000 per Gram

31 Mei 2026
Haji

Puncak Ibadah Haji Berakhir, Jemaah Indonesia Bersiap Pulang ke Tanah Air

31 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3327 shares
    Share 1331 Tweet 832
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    386 shares
    Share 154 Tweet 97
  • Neymar Resmi Perkuat Timnas Brasil

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Barcelona Sumbang Delapan Pemain di Timnas Spanyol

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya