Minggu, 19 April 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Edukatif & Inspiratif

Mengenal “Farm to Fork” Uni Eropa dengan Contoh Apel dan Kiwi

Editor : Hana oleh Editor : Hana
14 November 2024
in Edukatif & Inspiratif
0
Farm to Fork
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta, Uni Eropa terus menunjukkan komitmennya untuk menciptakan sistem pangan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui strategi “Farm to Fork”. Strategi ini merupakan bagian integral dari Green Deal Uni Eropa, yang bertujuan menjadikan Eropa sebagai benua yang netral karbon pada tahun 2050. Lewat kampanye “Garden of Europe”, Uni Eropa mempromosikan produk-produk lokal seperti apel dan kiwi, yang tidak hanya lezat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung ekonomi lokal.

Strategi “Farm to Fork” bertujuan untuk memperbaiki seluruh rantai pasokan pangan, mulai dari produksi hingga konsumsi, sehingga lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Inisiatif ini menargetkan berbagai aspek dalam sistem pangan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan alam, sekaligus memitigasi dampak negatif terhadap lingkungan.

Beberapa tujuan utama dari strategi ini adalah:

  1. Mengurangi Dampak Lingkungan
    • Mengurangi penggunaan pestisida, pupuk kimia, dan antibiotik dalam sektor pertanian.
    • Mendorong praktik-praktik yang lebih ramah lingkungan untuk menjaga kualitas tanah dan air.
  2. Menekan Emisi Karbon
    • Memperkenalkan praktik pertanian yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.
    • Memanfaatkan teknologi hijau dan praktik pertanian cerdas untuk meminimalkan jejak karbon dari sektor pangan.
  3. Melindungi Keanekaragaman Hayati
    • Mendorong praktik pertanian yang mempertahankan ekosistem alami, seperti agroforestri dan tumpangsari.
    • Mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati yang menjadi fondasi keberlanjutan sektor pangan.
  4. Mendukung Produksi dan Konsumsi Lokal
    • Memperkuat ekonomi lokal dengan mendorong produksi dan konsumsi produk-produk lokal.
    • Mengurangi dampak lingkungan dari transportasi pangan jarak jauh dengan fokus pada distribusi lokal.

Sebagai bagian dari strategi “Farm to Fork”, kampanye “Garden of Europe” yang berlangsung dari tahun 2024 hingga 2027 berfokus pada mempromosikan buah-buahan lokal seperti kiwi dari Yunani dan apel dari Polandia. Kampanye ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk tersebut ke pasar internasional, termasuk di Indonesia, India, dan negara-negara Asia lainnya.

Artikel Terkait

Ajak Anak Muda Sadar Isu Fesyen Berkelanjutan

Pendaftaran UM-PTKIN 2026 Masih Dibuka, Ini Jalur Masuk dan Kampus Favoritnya

BRIN Kembangkan PLTSa, Ubah Sampah Kota Jadi Energi dengan Konsep “Listrik sebagai Bonus”

Kampanye ini tidak hanya sekadar memperkenalkan buah-buahan Eropa, tetapi juga mempromosikan praktik pertanian yang berkelanjutan. Produk-produk seperti kiwi dan apel yang diperkenalkan dalam kampanye ini dihasilkan melalui metode pertanian yang fokus pada:

  • Pengelolaan Hama Terpadu (IPM): Teknik yang mengurangi penggunaan pestisida dan bahan kimia berbahaya, dengan mengutamakan kontrol biologis.
  • Pertanian Organik: Mengedepankan praktik yang bebas dari bahan kimia sintetis dan menekankan pada penggunaan bahan-bahan organik.
  • Penggunaan Air yang Efisien: Teknologi irigasi modern yang meminimalkan penggunaan air untuk mendukung ketahanan pangan.
  • Agroforestri dan Tumpangsari: Sistem pertanian yang menggabungkan tanaman pangan dengan pohon, untuk meningkatkan keanekaragaman hayati dan kesuburan tanah.

Budidaya apel dan kiwi di Eropa tidak hanya memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, tetapi juga berdampak positif pada ekonomi pedesaan. Dengan menekankan pada distribusi lokal dan kemasan ramah lingkungan yang dapat didaur ulang atau terurai, Uni Eropa berupaya mengurangi jejak karbon dalam seluruh rantai pasokannya.

Keberhasilan kampanye ini juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendukung kesejahteraan komunitas lokal. Konsumen di negara-negara sasaran, termasuk Indonesia, didorong untuk memilih produk pangan yang lebih berkelanjutan, yang pada gilirannya dapat mendukung tujuan global untuk mencapai sistem pangan yang lebih hijau.

Apel dari Polandia dan kiwi dari Yunani dipilih sebagai simbol kampanye karena kualitas dan kandungan nutrisinya yang tinggi. Kedua buah ini dikenal kaya akan vitamin, serat, dan antioksidan, menjadikannya pilihan yang sehat bagi konsumen. Dengan mempromosikan apel dan kiwi ini, Uni Eropa berharap dapat meningkatkan kesadaran konsumen di Indonesia dan negara-negara lain tentang pentingnya memilih produk pangan yang sehat dan berkelanjutan.

Di pasar Indonesia, misalnya, kiwi dan apel Eropa diharapkan dapat bersaing dengan produk lokal maupun impor dari negara lain. Uni Eropa yakin bahwa kualitas, keamanan, dan pendekatan berkelanjutan yang diterapkan pada produk-produk ini akan membuat mereka semakin diminati oleh konsumen Indonesia.

Lewat kampanye ini, Uni Eropa juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih pangan yang berkelanjutan. Konsumen diajak untuk mendukung inisiatif ini dengan cara memilih produk yang diproduksi secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. Harapannya, langkah kecil ini dapat berdampak besar dalam mendukung visi “Farm to Fork” dan menciptakan perubahan positif bagi lingkungan. (rls)

Topik: Farm to ForkUni Eropa

TerkaitBerita

DISKUSI FESYEN: Kiri ke kanan, Kepala Museum Bank Indonesia Rio Wardhanu, Plt Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif RI Romi Astuti, Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata & Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Endrati Fariani, dan Dosen Pembimbing Melvin Bonardo Simanjuntak dalam diskusi bertajuk Dressponsible Vol. 2 di Museum Bank Indonesia, Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat pada Sabtu (18/4/2026). (SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)
Edukatif & Inspiratif

Ajak Anak Muda Sadar Isu Fesyen Berkelanjutan

oleh Editor : Memoarto
18 April 2026
Pendaftaran UM-PTKIN 2026 Masih Dibuka, Ini Jalur Masuk dan Kampus Favoritnya
Edukatif & Inspiratif

Pendaftaran UM-PTKIN 2026 Masih Dibuka, Ini Jalur Masuk dan Kampus Favoritnya

oleh Editor : Affandy
18 April 2026
BRIN Kembangkan PLTSa, Ubah Sampah Kota Jadi Energi dengan Konsep “Listrik sebagai Bonus”
Edukatif & Inspiratif

BRIN Kembangkan PLTSa, Ubah Sampah Kota Jadi Energi dengan Konsep “Listrik sebagai Bonus”

oleh Editor : Affandy
17 April 2026
Kemdiktisaintek Tegaskan Nol Toleransi atas Kasus Kekerasan Seksual di FH UI
Edukatif & Inspiratif

Kemdiktisaintek Tegaskan Nol Toleransi atas Kasus Kekerasan Seksual di FH UI

oleh Editor : Affandy
15 April 2026
Bank Jakarta

Direkomendasikan

Serunya Kebersamaan Warga Kampoeng Doea dalam Konsep “Glamping Yuk !” 

Serunya Kebersamaan Warga Kampoeng Doea dalam Konsep “Glamping Yuk !” 

19 April 2026
SEMMI Tegaskan Komitmen Dukung Pemerintahan Prabowo di Milad ke-70

SEMMI Tegaskan Komitmen Dukung Pemerintahan Prabowo di Milad ke-70

18 April 2026
Annette Edoarda Kenang Syuting Film Songko, Menangis di Hari Terakhir Produksi

Songko, Film Horor yang Berbasis Budaya, 

18 April 2026
DPR Ingatkan Pemerintah soal Rencana Pemblokiran Wikipedia, Minta Pendekatan Hati-Hati

DPR Ingatkan Pemerintah soal Rencana Pemblokiran Wikipedia, Minta Pendekatan Hati-Hati

18 April 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2814 shares
    Share 1126 Tweet 704
  • Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa FHUI, Kasus Tengah Diusut

    340 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    631 shares
    Share 252 Tweet 158
  • Toyota Kijang Super 2026: Reinkarnasi Legendaris dengan Teknologi Hybrid Ramah Lingkungan

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Gila! Bundesliga Berpeluang Kirim 9 Wakil Ke Kompetisi Eropa

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya