koranindopos.com – Jakarta. Dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta meluncurkan program khusus untuk mencegah tawuran dan perundungan di kalangan pelajar. Program bertajuk “Prabu Jakarta” ini melibatkan Satpol PP yang langsung menyambangi sekolah-sekolah di ibu kota untuk memberikan edukasi kepada siswa terkait bahaya tawuran dan bullying.
Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyatakan bahwa pendekatan preventif menjadi prioritas utama. “Nah, ini malah justru kita lebih ke preventif. Lebih kepada pencegahan terkait dengan tawuran, bully di sekolah. Kita melakukan program namanya Prabu Jakarta. Jadi, Satpol PP go to school,” ujar Satriadi setelah menghadiri pemusnahan minuman keras ilegal di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2024).
Sejak awal tahun 2024, Satpol PP telah mengunjungi sekitar 260 sekolah di Jakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan edukasi langsung kepada siswa mengenai dampak negatif tawuran dan perundungan. “Kita sudah hampir 260 sekolah yang kita sambangi. Kita lakukan edukasi kepada anak-anak murid agar tidak melaksanakan tawuran dan bullying,” tambah Satriadi.
Kasatpol PP menekankan bahwa langkah preventif ini sangat penting mengingat tingginya angka tawuran pelajar di Jakarta sepanjang tahun 2024. Aksi tawuran seringkali menimbulkan dampak buruk, baik bagi pelaku maupun lingkungan sekitarnya. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa lebih memahami konsekuensi dari tindakan kekerasan dan lebih memilih penyelesaian konflik secara damai.
Program “Prabu Jakarta” mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan orang tua. Edukasi yang diberikan Satpol PP tidak hanya mencakup aspek hukum, tetapi juga membangun kesadaran siswa tentang pentingnya solidaritas dan rasa hormat antar sesama.
Dengan upaya ini, diharapkan angka tawuran dan perundungan di lingkungan sekolah dapat berkurang secara signifikan, menciptakan suasana belajar yang lebih aman dan kondusif di Jakarta.(dhil)










