Pencatatan saham perdana MR DIY memang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor setelah sahamnya terjun bebas sejak dibuka. Pada saat pembukaan, harga saham langsung menyentuh level terendah yang menyebabkan saham MDIY otomatis terkena auto reject bawah (ARB). Perusahaan ini mematok harga Rp 2.060 untuk harga penawaran sahamnya, namun mengalami penurunan tajam begitu debutnya dimulai.
Komisaris MDIY, Darwin Cyril Noerhadi, menanggapi anjloknya harga saham ini dengan menyebutkan bahwa pergerakan pasar global menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi penurunan tersebut. Menurutnya, kondisi pasar global yang sedang mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir memberikan dampak langsung pada performa saham MDIY saat debut.
“Pasar global kan turun, ya itu pastikan terdampak. Sekarang kan juga masih berlangsung,” jelas Cyril kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (19/12/2024).
Dampak pasar global yang tertekan oleh berbagai faktor eksternal, termasuk ketidakpastian ekonomi global, nampaknya turut berperan dalam membuat para investor berhati-hati dalam mengambil posisi pada saham MR DIY pada hari pertama pencatatannya.
Meski sahamnya terjun pada debut perdana, pihak MR DIY tetap optimis dengan prospek perusahaan ke depannya. Hal ini bisa dilihat dari pernyataan Cyril yang tidak terlalu khawatir dengan fluktuasi harga saham di hari pertama. Menurutnya, perusahaan tetap memiliki fokus pada pengembangan bisnis retail dan memperluas jaringan toko, yang diyakini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
Sebelum IPO, MR DIY menjadi salah satu perusahaan yang menarik perhatian banyak pihak. Dengan rencana ekspansi bisnis dan berbagai strategi untuk meningkatkan layanan dan kualitas produk, banyak yang menganggap perusahaan ini sebagai pemain besar di sektor ritel Indonesia. Namun, tantangan pada hari pertama pencatatan ini menjadi pengingat bahwa kondisi pasar yang lebih luas tetap mempengaruhi dinamika harga saham.
Pasca debut yang kurang mulus, MDIY akan menghadapi banyak tantangan dalam menjaga ekspektasi investor. Pengaruh pasar global dan faktor internal perusahaan akan menjadi perhatian utama, dan bagaimana MR DIY mampu mengelola dampak dari volatilitas ini akan sangat menentukan nasib saham mereka di masa depan.(dhil)










