Koranindopos.com – Jakarta. Film horor selalu memiliki tempat istimewa di hati penonton Indonesia. Tahun 2025, sinema nasional kembali diramaikan dengan kehadiran film “Anak Kunti”, sebuah karya yang menggabungkan legenda lokal, atmosfer mencekam, dan teknologi sinematik modern. Disutradarai oleh Bambang Drias, film ini menjanjikan pengalaman horor yang berbeda dengan alur cerita penuh misteri dan visual yang memukau.
“Anak Kunti” membawa penonton ke sebuah desa bernama Wonoenggal, yang penuh dengan tradisi dan rahasia gelap. Ceritanya dimulai dari tragedi seorang ibu yang meninggal saat melahirkan bayi kembar di tengah kerusuhan besar. Bertahun-tahun kemudian, salah satu anaknya, Sarah, kembali ke desa itu untuk mencari jejak keluarganya. Namun, pencariannya justru membawa teror ketika sosok kuntilanak mulai menghantui desa.
Dengan latar era 1990-an, film ini tidak hanya menyajikan elemen horor, tetapi juga menghadirkan nuansa nostalgia. Setiap detail, mulai dari properti hingga musik latar, dirancang untuk membawa penonton benar-benar masuk ke dalam suasana desa yang mencekam.

Salah satu daya tarik utama “Anak Kunti” adalah karakter kuntilanak yang menjadi pusat cerita. Nita Gunawan, yang memerankan sosok ini, berhasil mencuri perhatian sejak awal pengumuman casting. Dengan wajah berkarakter yang mampu memadukan keindahan dan kengerian, Nita dianggap sebagai pilihan sempurna oleh sutradara Bambang Drias.
“Nita memiliki kemampuan untuk menghadirkan sisi ganda dari karakter ini. Ia bisa terlihat lembut, tapi dalam sekejap bisa memancarkan aura menyeramkan,” ungkap Bambang. Dedikasi Nita untuk peran ini terlihat dari keberaniannya melakukan adegan aksi tanpa bantuan stuntman, termasuk adegan sling yang penuh risiko.
Selain cerita yang kuat, “Anak Kunti” juga mengandalkan teknologi audio Dolby Atmos untuk menciptakan suasana yang semakin intens. Kolaborasi antara Drias Film Production dan platform digital KipasKipas menambah daya tarik produksi ini, menghadirkan standar baru dalam film horor Indonesia.
Tak hanya itu, keterlibatan nama-nama besar di balik layar seperti Gito Huang dan Aura Kasih sebagai produser eksekutif menunjukkan ambisi besar proyek ini. Dengan deretan pemain berbakat seperti Gisellma Firmansyah, Abun Sungkar, Jajang C Noer, dan Iwa K, “Anak Kunti” dipastikan akan memberikan pengalaman sinematik yang tak terlupakan.
Film berdurasi 94 menit ini tidak hanya akan tayang di Indonesia, tetapi juga akan hadir di Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Pakistan, dan Bangladesh mulai 20 Februari 2025. Keputusan untuk memperluas distribusi ke tujuh negara menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap daya tarik film ini di pasar internasional.
Apakah Anda siap menyaksikan ketegangan yang ditawarkan “Anak Kunti”? Film ini tidak hanya akan mengguncang jiwa, tetapi juga menghidupkan kembali salah satu legenda lokal yang penuh misteri. Jangan lewatkan pengalaman horor yang berbeda ini di bioskop kesayangan Anda!










