Koranindopos.com, Jakarta – Dunia akting Tanah Air kembali diramaikan dengan kehadiran serial terbaru berjudul “Bunga di Tepi Jurang”. Aktris berbakat Claresta Taufan didapuk sebagai pemeran utama untuk menghidupkan karakter bernama Andini atau Anin.
Sosok Andini digambarkan sebagai seorang gadis desa yang memiliki tekad kuat untuk merantau ke Jakarta demi mengubah nasib dan mengejar mimpi besarnya.
Pertemuan Claresta dengan media berlangsung di Mal Central Park, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, perempuan kelahiran 23 April 1996 ini membagikan pandangannya mengenai karakter yang ia mainkan. Menurutnya, Andini adalah representasi dari kegigihan seorang perantau yang harus berbenturan dengan realita kerasnya kehidupan di kota metropolitan.
Terdapat pesan moral yang mendalam mengenai semangat juang dalam karakter ini. Claresta menjelaskan bahwa perjalanan Andini tidaklah mulus, melainkan penuh dengan rintangan yang menguji mental. Jakarta yang sering dianggap sebagai tanah harapan, justru memberikan kejutan-kejutan pahit yang harus ditaklukkan oleh sang karakter utama dalam alur cerita tersebut.
“Andini punya mimpi besar dan tidak mudah putus asa. Tapi ternyata Jakarta yang dia impikan tidak semudah yang dia bayangkan. Jadi di perjalanannya banyak tantangan yang bikin jatuh bangun,” ujar Claresta.
Serial “Bunga di Tepi Jurang” sendiri dirancang untuk menyentuh berbagai emosi penonton. Tidak hanya terpaku pada satu genre, proyek ini menggabungkan berbagai elemen menarik. Claresta menyebutkan bahwa kombinasi antara drama keluarga, romansa, hingga sentuhan komedi membuat serial ini terasa sangat realistis dan relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat saat ini.
“Drama, perjuangan hidup, keluarga, romance, komedi pun ada,” katanya.
Selama proses produksi, mantan atlet karate ini mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru yang sangat signifikan bagi karier aktingnya. Ada banyak adegan yang belum pernah ia eksekusi di proyek-proyek sebelumnya, sehingga ia dituntut untuk keluar dari zona nyaman. Hal ini membuat proses syuting terasa lebih dinamis dan penuh pembelajaran bagi dirinya.
“Jujur menantang, karena banyak scene baru yang aku belum pernah lakukan sebelumnya. Pastinya butuh orang-orang profesional di set yang menjaga kita,” ungkapnya.
Salah satu poin yang cukup mencuri perhatian adalah adanya adegan intim yang porsinya cukup signifikan dalam alur cerita. Menghadapi tantangan tersebut, Claresta mengaku sempat merasa khawatir. Namun, profesionalisme tim produksi dan kehadiran pihak ahli di lapangan memberikan rasa aman baginya untuk memberikan performa terbaik tanpa merasa tertekan.
“Deg-degan banget awalnya, tapi dengan tim produksi dan kita dijaga oleh intimacy coordinator, jadi semua terasa nyaman dan aman,” tutur mantan atlet karate tersebut.
Selain tantangan teknis, ia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa berkolaborasi dengan banyak aktor senior dan tim produksi yang berdedikasi. Bagi Claresta, keterlibatan dalam serial ini bukan sekadar bekerja, melainkan juga ruang untuk memperdalam ilmu seni peran. Ia merasa terinspirasi oleh lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan bakatnya.
“Senang banget bisa bekerja sama dengan tim produksi, director, dan talent-talent luar biasa yang memberikan banyak pengalaman. Aku belajar banyak di series ini,” ucapnya.
Secara personal, Claresta mengaku sangat jatuh cinta pada karakter Andini. Baginya, karakter tersebut memberikan energi positif melalui kemandirian dan rasa percaya diri yang tinggi. Ia berharap penonton nantinya bisa memetik nilai-nilai keberanian yang ditunjukkan oleh Andini dalam menghadapi setiap jurang kesulitan di hidupnya.
“Aku sangat suka karakter Andini yang punya mimpi besar, tidak mudah putus asa, mandiri, dan percaya bahwa dirinya bisa,” kata Claresta. (BRG/Hend)










