Sabtu, 20 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Megapolitan

Perkara Dugaan Korupsi Dana CSR BI: Anggota DPR Ngaku Semua Terima, KPK Tegaskan Bukan Itu Masalahnya

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
28 Desember 2024
in Megapolitan
A A
0
kpk
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Kasus dugaan korupsi terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikucurkan oleh Bank Indonesia (BI) kembali memunculkan hal-hal baru. Salah satu Anggota DPR RI, Satori, mengungkapkan bahwa dana CSR tersebut mengalir ke seluruh Anggota Komisi XI DPR RI dan tidak ada yang salah dengan pembagian tersebut. Hal ini disampaikan Satori usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 27 Desember 2024.

Menurut Satori, dana CSR BI digunakan untuk program-program yang diselenggarakan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing anggota DPR. Ia menjelaskan bahwa dana tersebut dikucurkan ke yayasan yang kemudian digunakan untuk kegiatan sosialisasi di dapil para legislator tersebut. “Programnya? Programnya kegiatan untuk sosialisasi di dapil. Semuanya sih, semua anggota Komisi XI programnya itu dapat. Bukan, bukan kita aja,” kata Satori.

Satori juga mengonfirmasi bahwa tidak ada masalah terkait dengan pengaliran dana CSR BI ke yayasan tersebut. Dia menegaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di dapil para anggota DPR, seperti sosialisasi dan program-program lain yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan antara legislatif dan konstituen mereka.

Selain Satori, KPK juga memeriksa Anggota DPR lainnya, Heri Gunawan, yang turut diklarifikasi terkait dengan aliran dana CSR BI. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan penyalahgunaan dana CSR oleh sejumlah pihak, termasuk anggota DPR yang diduga terlibat. Meskipun Satori dan Heri Gunawan tidak menampik bahwa dana tersebut mengalir ke yayasan untuk kegiatan di dapil, mereka menegaskan bahwa semua kegiatan tersebut adalah program yang sah dan wajar.

Artikel Terkait

Sambut 500 Tahun Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-Ondel Berwajah Baru Karya Desainer Top

Pria Disekap dan Ditusuk 7 Kali di Menteng, Emas 500 Gram Diduga Dibawa Kabur Pelaku

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Aparat TNI-Polri Dilempari Batu Saat Proses Pengosongan

Namun, meskipun Satori dan Heri Gunawan menganggap aliran dana tersebut tidak bermasalah, KPK menyampaikan bahwa permasalahan utama dalam kasus ini bukan terletak pada pembagian dana CSR, melainkan terkait dengan dugaan penyalahgunaan wewenang atau tindakan korupsi yang mungkin terjadi dalam proses pengelolaan dan penggunaan dana tersebut. KPK menekankan bahwa mereka akan terus mendalami kasus ini dan mencari bukti yang lebih jelas untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

KPK sendiri telah mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak hanya memeriksa anggota DPR, tetapi juga melakukan investigasi terhadap berbagai pihak yang diduga terlibat dalam pengelolaan dana CSR BI ini. KPK mengklarifikasi bahwa masalah yang dihadapi dalam kasus ini lebih kompleks dan tidak sekadar soal distribusi dana ke yayasan atau program-program tertentu.

“Masalahnya bukan pada pembagian dana CSR ke yayasan atau program-program tersebut, tetapi lebih kepada dugaan penyalahgunaan dana yang seharusnya digunakan untuk tujuan sosial dan kemanusiaan, namun mungkin disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” ujar juru bicara KPK.(dhil)

Topik: KorupsiKPK

TerkaitBerita

Sambut 500 Tahun Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-Ondel Berwajah Baru Karya Desainer Top
Megapolitan

Sambut 500 Tahun Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-Ondel Berwajah Baru Karya Desainer Top

oleh Editor : Affandy
20 Juni 2026
Pria Disekap dan Ditusuk 7 Kali di Menteng, Emas 500 Gram Diduga Dibawa Kabur Pelaku
Megapolitan

Pria Disekap dan Ditusuk 7 Kali di Menteng, Emas 500 Gram Diduga Dibawa Kabur Pelaku

oleh Editor : Affandy
19 Juni 2026
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Aparat TNI-Polri Dilempari Batu Saat Proses Pengosongan
Megapolitan

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Aparat TNI-Polri Dilempari Batu Saat Proses Pengosongan

oleh Editor : Affandy
18 Juni 2026
Pemprov DKI Jakarta Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Gaji Setara UMP Rp5,7 Juta
Megapolitan

Pemprov DKI Jakarta Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Gaji Setara UMP Rp5,7 Juta

oleh Editor : Affandy
17 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Slamet Rahardjo dan Widyawati Dipersatukan dalam CLBK, Angkat Romansa yang Tertunda Puluhan Tahun

Slamet Rahardjo dan Widyawati Dipersatukan dalam CLBK, Angkat Romansa yang Tertunda Puluhan Tahun

20 Juni 2026
Mahasiswa LSPR Sukses Gelar Sorak Betawi Condet

Mahasiswa LSPR Sukses Gelar Sorak Betawi Condet

20 Juni 2026
Guru Madrasah

DPR Siapkan Revisi UU untuk Atasi Persoalan Guru Honorer dan Kekurangan Tenaga Pendidik

20 Juni 2026
Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia Menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030

Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia Menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030

20 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3508 shares
    Share 1403 Tweet 877
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    431 shares
    Share 172 Tweet 108
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Konsumen Protes Modernland Cilejit, Progres Podomoro Tenjo Signifikan

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya