Selasa, 1 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Perkara Dugaan Korupsi Dana CSR BI: Anggota DPR Ngaku Semua Terima, KPK Tegaskan Bukan Itu Masalahnya

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
28 Desember 2024
in Megapolitan
A A
0
kpk
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Kasus dugaan korupsi terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikucurkan oleh Bank Indonesia (BI) kembali memunculkan hal-hal baru. Salah satu Anggota DPR RI, Satori, mengungkapkan bahwa dana CSR tersebut mengalir ke seluruh Anggota Komisi XI DPR RI dan tidak ada yang salah dengan pembagian tersebut. Hal ini disampaikan Satori usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 27 Desember 2024.

Menurut Satori, dana CSR BI digunakan untuk program-program yang diselenggarakan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing anggota DPR. Ia menjelaskan bahwa dana tersebut dikucurkan ke yayasan yang kemudian digunakan untuk kegiatan sosialisasi di dapil para legislator tersebut. “Programnya? Programnya kegiatan untuk sosialisasi di dapil. Semuanya sih, semua anggota Komisi XI programnya itu dapat. Bukan, bukan kita aja,” kata Satori.

Satori juga mengonfirmasi bahwa tidak ada masalah terkait dengan pengaliran dana CSR BI ke yayasan tersebut. Dia menegaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di dapil para anggota DPR, seperti sosialisasi dan program-program lain yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan antara legislatif dan konstituen mereka.

Selain Satori, KPK juga memeriksa Anggota DPR lainnya, Heri Gunawan, yang turut diklarifikasi terkait dengan aliran dana CSR BI. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan penyalahgunaan dana CSR oleh sejumlah pihak, termasuk anggota DPR yang diduga terlibat. Meskipun Satori dan Heri Gunawan tidak menampik bahwa dana tersebut mengalir ke yayasan untuk kegiatan di dapil, mereka menegaskan bahwa semua kegiatan tersebut adalah program yang sah dan wajar.

Artikel Terkait

TAUD Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan yang Tewaskan Bambang dan Lukai Fatur

Polisi Selidiki Titik Api Pertama Penyebab Kebakaran Hebat di Kebon Kelapa Gambir

Mobil Subaru Terbakar Usai Tabrak Truk di Tol Serpong-Cinere, Dua Pengemudi Luka Berat

Namun, meskipun Satori dan Heri Gunawan menganggap aliran dana tersebut tidak bermasalah, KPK menyampaikan bahwa permasalahan utama dalam kasus ini bukan terletak pada pembagian dana CSR, melainkan terkait dengan dugaan penyalahgunaan wewenang atau tindakan korupsi yang mungkin terjadi dalam proses pengelolaan dan penggunaan dana tersebut. KPK menekankan bahwa mereka akan terus mendalami kasus ini dan mencari bukti yang lebih jelas untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

KPK sendiri telah mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak hanya memeriksa anggota DPR, tetapi juga melakukan investigasi terhadap berbagai pihak yang diduga terlibat dalam pengelolaan dana CSR BI ini. KPK mengklarifikasi bahwa masalah yang dihadapi dalam kasus ini lebih kompleks dan tidak sekadar soal distribusi dana ke yayasan atau program-program tertentu.

“Masalahnya bukan pada pembagian dana CSR ke yayasan atau program-program tersebut, tetapi lebih kepada dugaan penyalahgunaan dana yang seharusnya digunakan untuk tujuan sosial dan kemanusiaan, namun mungkin disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” ujar juru bicara KPK.(dhil)

Topik: KorupsiKPK

TerkaitBerita

TAUD Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan yang Tewaskan Bambang dan Lukai Fatur
Megapolitan

TAUD Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan yang Tewaskan Bambang dan Lukai Fatur

oleh Editor : Affandy
1 September 2026
PROSES PENDINGINAN: Petugas Pemadam kebakaran DKI Jakarta melakukan proses pendinginan pasca kebakaran yang melanda permukiman di kawasan Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus). (Adhfar AS/detikcom)
Megapolitan

Polisi Selidiki Titik Api Pertama Penyebab Kebakaran Hebat di Kebon Kelapa Gambir

oleh Editor : Memoarto
1 September 2026
Mobil Subaru Terbakar Usai Tabrak Truk di Tol Serpong-Cinere, Dua Pengemudi Luka Berat
Megapolitan

Mobil Subaru Terbakar Usai Tabrak Truk di Tol Serpong-Cinere, Dua Pengemudi Luka Berat

oleh Editor : Affandy
31 Agustus 2026
AMPB Minta Draf RUU Perampasan Aset Dibuka ke Publik agar Bisa Dikawal
Megapolitan

AMPB Minta Draf RUU Perampasan Aset Dibuka ke Publik agar Bisa Dikawal

oleh Editor : Affandy
31 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Program TJSL Pegadaian Peduli Salurkan Seribu Paket Sembako Untuk Pengemudi Ojol

Program TJSL Pegadaian Peduli Salurkan Seribu Paket Sembako Untuk Pengemudi Ojol

1 September 2026
Hasil Seleksi Substansi PPG Calon Guru 2026 Diumumkan, Ini Cara Cek dan Daftar Peserta yang Lolos

Hasil Seleksi Substansi PPG Calon Guru 2026 Diumumkan, Ini Cara Cek dan Daftar Peserta yang Lolos

1 September 2026
Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker

Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker

1 September 2026
KLH Minta 19 Perusahaan Bertanggung Jawab atas Karhutla, Total Area Terbakar 11.046 Hektare

KLH Minta 19 Perusahaan Bertanggung Jawab atas Karhutla, Total Area Terbakar 11.046 Hektare

1 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    801 shares
    Share 320 Tweet 200
  • Berhadapan Dengan Brighton, Jadi Pekan Horor Bagi Chelsea

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Sutradara Eugene Panji Tutup Usia, Ini Karya yang Pernah Digarapnya

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Selangkah Lagi Enzo Fernandez Ke Manchester City

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya