
JAKARTA, koranindopos.com – Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Ukraina Sugeng Suparwoto mendorong terwujudnya perdamaian antara Rusia dengan Ukraina. Menurutnya, sebagai negara non-blok seperti Indonesia dapat berperan sebagai mediator antara Rusia-Ukraina yang kini sedang mengalami konflik. Terkait hal ini, pemerintah Indonesia diminta berperan aktif membuka dialog bagi kedua negara.
“Kami (parlemen) mendorong Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif, segera melakukan peran aktif antar dua negara ini, seperti membuat forum khusus, lebih cepat lebih baik,” tegas Sugeng usai menerima Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, belum lama ini seperti diberitakan laman resmi DPR RI, Kamis (3/3). Dia meminta agar seluruh pihak terkait dapat mengedepankan diplomasi dan dialog dalam menyelesaikan berbagai masalah.
Sugeng mengingatkan agar aspek kemanusiaan menjadi pertimbangan utama dalam penyelesaian konflik Rusia – Ukraina. Dia menjelaskan, dalam situasi perang, masyarakat sipil akan menanggung dampak terbesar. Di samping itu, serangan militer Rusia terhadap Ukraina memberikan dampak bagi perdamaian dunia dan stabilitas ekonomi global. “DPR RI selama ini memiliki hubungan yang baik dengan Parlemen Ukraina maupun Parlemen Rusia. DPR bersedia menjadi mediator dialog melalui jembatan diplomasi,” tegas politisi Partai NasDem itu.
Menurut Sugeng, pihaknya akan segera mengundang Dubes Rusia di Indonesia. Dia ingin semua pihak memiliki titik pemahaman bersama bahwa penggunaan kekuatan militer untuk kepentingan apapun tidak dibenarkan. Dalam era modern saat ini, segala sesuatu bisa diselesaikan dengan dialog. Dia menyampaikan rasa duka cita mendalam atas apa yang terjadi Ukraina saat ini. “Our thoughts and prayers are with the Ukrainian. Tentu kita berharap semoga keadaan akan semakin membaik ke depannya, seiring dengan berbagai upaya diplomasi yang dilakukan oleh berbagai pihak,” tegas Sugeng.(hai)









