Koranindopos.com – Jakarta. Upaya mencetak pemimpin bangsa yang tangguh dan adaptif kembali ditegaskan melalui pembukaan Program Pendidikan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan ke-25 yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Selasa (6/5) di Jakarta. Program ini menjadi bagian penting dari strategi pembangunan kepemimpinan nasional yang berorientasi pada tantangan global dan kebutuhan masa depan Indonesia.
Di tengah kompleksitas dunia yang terus berubah, Lemhannas RI memandang perlunya penguatan nilai kebangsaan, pemahaman geopolitik, serta keterampilan berpikir kritis dan pengambilan keputusan di level strategis. Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menekankan bahwa P3N dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi calon pemimpin dari berbagai latar belakang untuk memperkuat fondasi kepemimpinan nasional secara holistik.
“Empat karakter utama yang diharapkan dimiliki oleh peserta setelah mengikuti P3N adalah karakter kebangsaan, wawasan geopolitik, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan pengambilan keputusan,” ujar Ace Hasan dalam sambutannya. Ia juga menegaskan pentingnya empat konsensus dasar bangsa sebagai pijakan utama dalam membentuk karakter nasionalisme para peserta.
Dari 100 peserta terpilih yang berasal dari TNI, Polri, kementerian, perguruan tinggi, partai politik, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat, turut hadir sosok muda yang menyuarakan pentingnya keterlibatan generasi milenial dalam arah baru kepemimpinan nasional. Ridho Pandoe, mahasiswa Universitas Pertahanan Indonesia, menjadi salah satu representasi pemuda akademis yang aktif mengikuti program tersebut.

Ridho mengaku keikutsertaannya di P3N bukan hanya sebagai pengalaman belajar, tetapi juga sebagai bentuk komitmen untuk menjawab tantangan kebangsaan dari perspektif generasi muda. “Sebagai mahasiswa yang berkecimpung dalam studi pertahanan dan kebijakan publik, saya melihat P3N sebagai wadah strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda. Di sini, saya mendapatkan pemahaman mendalam mengenai dinamika geopolitik dan kebijakan strategis nasional secara langsung dari para tokoh dan praktisi,” ujar Ridho yang juga menjabat sebagai Ketua Peradin DKI Jakarta.
Dengan pengalaman yang ia dapatkan selama program berlangsung, Ridho menilai pentingnya membentuk karakter kepemimpinan sejak usia muda. Menurutnya, keterlibatan langsung dalam proses pendidikan strategis seperti P3N membuka ruang aktualisasi diri yang sangat berharga bagi pemuda yang ingin turut membangun bangsa secara nyata.
“Pembangunan karakter kebangsaan dan kapasitas analisis strategis perlu dimulai dari sekarang. Melalui P3N, saya tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga merasakan langsung atmosfer pengambilan keputusan pada level nasional,” tambah Ridho, yang juga dikenal sebagai CEO PT Bahana Genta Samodra.
Ridho pun menyampaikan harapan agar kesempatan yang ia jalani di P3N menjadi titik awal kontribusi lebih luas bagi Indonesia. Ia meyakini, dengan bekal pendidikan strategis yang kuat, generasi muda bisa berperan lebih besar dalam menjawab tantangan bangsa.
“Dengan Bismillah dan rasa syukur kepada Allah, mudah-mudahan dengan jalannya ini melalui P3N Lemhanas, kami sebagai orang terpilih siap untuk berkarya dan memberikan terbaik untuk Ibu Pertiwi Negara Republik Indonesia dan totalitas yang terbaik,” tegasnya.
Program P3N ini juga sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana partisipasi aktif dan kepemimpinan generasi muda menjadi salah satu kunci utama untuk mencapai kemajuan bangsa secara berkelanjutan. Lemhannas RI sendiri terus membuka ruang partisipasi bagi talenta-talenta terbaik bangsa untuk tumbuh sebagai pemimpin yang mampu mengatasi dinamika geopolitik dan mengawal arah kebijakan nasional di masa depan.









