koranindopos.com – Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap akan dijaga pada kisaran 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Sebelumnya, dalam sebuah Sidang Kabinet, Airlangga sempat memaparkan sejumlah skenario terkait kemungkinan pelebaran defisit APBN. Namun, setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi lebih lanjut, pemerintah memastikan bahwa batas defisit tidak akan melampaui angka 3%.
Keputusan tersebut merupakan hasil dari rapat koordinasi terbatas yang membahas perkembangan situasi ekonomi terkini. Rapat tersebut berlangsung di kantor Airlangga pada Senin lalu. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto adalah menjaga defisit APBN tetap berada dalam rentang aman, yakni maksimal 3% dari PDB.
Menurut Airlangga, pemerintah akan menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan kebijakan fiskal tetap disiplin. Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah melalui optimalisasi serta efisiensi anggaran belanja negara.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga defisit di 3%. Dalam kesempatan tersebut kita juga menyiapkan langkah optimalisasi dan efisiensi anggaran,” ujar Airlangga dalam pernyataannya.
Langkah efisiensi ini juga dilakukan sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Konflik tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi global, termasuk tekanan pada anggaran belanja negara.
Dengan menjaga defisit tetap di level yang terkontrol, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga sekaligus memberikan ruang bagi kebijakan fiskal untuk menghadapi ketidakpastian global.
Kebijakan mempertahankan defisit di angka 3% menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan fiskal negara. Upaya efisiensi belanja diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan anggaran tanpa mengurangi efektivitas program-program pembangunan yang telah direncanakan.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berupaya memastikan bahwa pengelolaan APBN tetap kredibel, sekaligus menjaga kepercayaan investor dan stabilitas perekonomian nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.(dhil)










