JAKARTA, koranindopos.com – Bagi Anda yang hendak berlibur ke Ancol, Jakarta Utara, sebaiknya dari sekarang. Sebab, PT Pembangunan Jaya Ancol selaku pengelola membatasi akses masuk pada 4 Juni 2022. Pembatasan itu dilakukan bertepatan dengan perhelatan Jakarta E-Prix di Ancol. Hal itu disampaikan oleh Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Geisz Chalifah di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu. ”Ancol ditutup untuk pengunjung umum. Jadi,yang masuk itu yang sudah membeli tiket nonton Formula E (FE). Sampai saat ini belum ada yang booking khusus Ancol untuk 4 Juni 2022,” ujar Geisz.
Meski menutup akses masuk bagi pengunjung umum, dia menyebutkan bahwa Ancol tidak akan merugi. Sebab, Ancol sudah bekerjasama business to business (B2B) dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). ”Kerja sama ini menguntungkan karena Jakpro tetap bayar. Ini bisnis biasa,” ujarnya. Namun, dia mengaku tidak mengetahui secara rinci kerjasama selama ajang Formula E berlangsung di Ancol pada 4 Juni mendatang.
Sekadar diketahui, ada sekitar 52.550 tiket yang dijual selama ajang Jakarta E-Prix berlangsung 4 Juni mendatang. Perinciannya, sebanyak 1.050 kursi VIP, 1.500 VVIP, 10.000 Grandstand, dan 10.000 Circuit Festival dan 30.000 Ancol Festival dengan harga tiket Rp 250 ribu – Rp 10 juta.
Untuk tiket Ancol Festival seharga Rp 250 ribu, dia menyebutkan baru terjual sekitar 15 persen. Meski paling murah, dia menyebutkan semua pemilik tiket Formula E bisa menikmati semua wahana yang ada di Ancol. Jadi, tiket tidak hanya berlaku untuk menonton ajang Formula E.
Lebih lanjut, bila semua tiket Formula E terjual habis, dia menyebutkan Ancol akan penuh dengan pengunjung. Hal itulah salah satu alasan mereka membatasi akses pada 4 Juni mendatang. Namun, untuk perincian keuntungan yang akan diterima Ancol, dia tidak bisa menjelaskan secara rinci.
Dia memisalkan, kunjungan saat Ancol ada libur perayaan hari besar keagamaan. Misalnya, lebaran yang mencapai 30 – 40 ribu pengunjung. Dengan jumlah pengunjung harian sebanyak itu, perputaran uang di Ancol selama sehari bisa mencapai Rp 4 – 5 miliar.
”Persis perputarannya saya tidak tahu. Tapi, mengikuti standar keramaian Ancol saat lebaran, itu bisa Rp 4 – 5 miliar perputaran uangnya,” katanya. Jika mengacu hal itu, jumlah perputaran saat ajang Jakarta E-prix tidak akan jauh berbeda.
Geisz juga menyampaikan, selain ajang Formula E, dia juga menyebutkan Ancol masih akan melanjutkan kerjasama dengan Jakpro untuk pemakaian sirkuit di sana. Sebab, meskipun Jakpro yang melakukan pembangunan, Sirkuit tersebut tetap menjadi aset Ancol. ”Meski ada sirkuit, tetap aset Ancol. Meski pakai anggaran Jakpro, tapi itu lahan Ancol. Emang Jakpro beli (lahan Ancol), kan enggak,” jelasnya.
Dia menyebutkan bahwa kerjasama sirkuit di sana hanya dilakukan berkala, yakni hanya beberapa bulan. ”Mereka bikin berkala, berapa bulan. Tahun depan berapa bulan, gak digunakan sepanjang tahun. Ya tapi memang kan, sebenarnya (sirkuit) bisa tetap bisa kami pakai buat acara konser,” tambahnya. (wyu/mmr)











