koranindopos.com – Jakarta. Kabar duka datang dari dunia politik nasional. Alamuddin Dimyati Rois, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di ruas Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, pada Senin (5/5/2025).
Pria yang akrab disapa Gus Alam ini dikenal luas sebagai sosok politikus yang memiliki latar belakang kuat di lingkungan pesantren. Ia merupakan putra dari KH Dimyati Rois, seorang ulama kharismatik asal Jawa Tengah yang dihormati di kalangan Nahdliyin.
Lahir di Kendal pada 26 Desember 1980, Gus Alam tumbuh dalam kultur keagamaan yang kental. Meski sejak kecil akrab dengan dunia pesantren dan keagamaan, awalnya ia tidak bercita-cita menjadi politikus. Namun, keterlibatannya dalam aktivitas sosial dan organisasi kepemudaan mengantarkannya ke panggung politik nasional.
Gus Alam adalah alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro (Undip). Sebelum duduk di kursi DPR RI, ia aktif di Garda Bangsa, badan otonom PKB yang fokus pada pengembangan kepemudaan. Di sana, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Garda Bangsa Jawa Tengah dan mulai dikenal sebagai tokoh muda Nahdliyin yang vokal dan progresif.
Wafatnya Gus Alam meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi komunitas pesantren dan dunia politik Tanah Air. Keberadaannya sebagai jembatan antara aspirasi rakyat, nilai-nilai pesantren, dan kebijakan negara menjadi kehilangan yang tak tergantikan.
Fraksi PKB dan sejumlah tokoh politik nasional telah menyampaikan belasungkawa atas kepergian Gus Alam. Banyak yang mengenangnya sebagai tokoh muda religius yang rendah hati, santun, namun teguh dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.(dhil)










