Koranindopos.com, Jakarta – Layar lebar Indonesia segera kedatangan film horor unik yang menggabungkan ketegangan fisik dengan isu spiritual bertajuk ‘Ain’. Film produksi MVP Pictures ini mengangkat tema penyakit hati yang bersumber dari rasa iri serta dengki manusia terhadap pencapaian orang lain.
Putri Ayudya, yang didapuk memerankan karakter bernama Dini, menjelaskan bahwa perannya kali ini menuntut pemahaman mendalam tentang fenomena ‘ain’ atau evil eye. Dini digambarkan sebagai sosok yang lebih mengerti mengenai dampak buruk dari pandangan mata yang didasari hasrat negatif.
“Ceritanya Dini lebih tahu soal ‘Ain’ daripada Joy. Kita juga merasa punya tanggung jawab untuk cari tahu,” beber Putri saat menghadiri sesi konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).
Putri menekankan bahwa film ini bukan sekadar memberikan teror visual kepada penonton, melainkan juga pesan tentang kerendahan hati. Ia menyelipkan pesan spiritual mengenai cara melindungi diri dari dampak buruk kekaguman atau rasa iri yang berlebihan dari orang lain.
“Salah satu tamengnya sesimpel mengucap ‘Masya Allah, Tabarakallah’, dan menyadari bahwa apa yang orang lain sukai dari kita itu bukan semata karena kita, tapi karena izin Allah,” jelas Putri.

Genre body horror yang diusung film ini pun menjadi magnet bagi pemeran lainnya, Fergie Brittany. Pemeran karakter Joy ini mengaku langsung setuju bergabung dalam proyek ini karena tertarik pada eksplorasi kengerian yang berfokus pada transformasi fisik manusia.
“Aku sih senang banget ya bisa mendapatkan kepercayaan untuk berperan di film ini. Waktu awal aku ditawarin, yang ‘dijual’ adalah ini film body horror. Aku langsung, ‘Oke, let’s go!’,” ungkap Fergie.
Daya tarik premis cerita ini rupanya telah melintasi batas negara, sebagaimana diungkapkan oleh sang produser, Raam Punjabi. Raam menyebutkan bahwa film ini telah dipesan oleh distributor dari Malaysia, Kamboja, hingga Rusia sebelum trailer resmi dirilis ke publik.
“Film ini diminta ditayangkan tanpa baca sinopsis, tanpa lihat poster, tanpa lihat trailer. Berarti ‘Ain’ sudah terkenal,” ujar Raam Punjabi yang merujuk pada kekuatan tema evil eye di mata dunia.
Raam menilai ketertarikan dari negara seperti Rusia membuktikan bahwa isu kecemburuan sosial dan dampaknya adalah masalah global. Hal ini memperkuat posisi film ‘Ain’ sebagai karya yang relevan di berbagai lapisan masyarakat dunia dengan latar budaya berbeda.
”Itu yang membuat saya lebih yakin film ini bisa jadi hiburan sekaligus edukasi,” lanjut Raam Punjabi.
Film ‘Ain’ siap menyuguhkan perpaduan horor mencekam dan refleksi diri bagi para pencinta film tanah air. Jika tidak ada perubahan jadwal, film ini akan mulai meneror bioskop seluruh Indonesia pada 7 Mei 2026. (BRG/Kul)











