INDOPOS JAKARTA – Gubernur DKI Anies Baswedan mendapatkan kehormatan untuk menjadi pembicara dalam forum internasional Climate Heroes. Forum yang diselenggarakan secara daring itu diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.
Sebelumnya, Anies masuk dalam jajaran 21 Heroes 2021 pilihan lembaga Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI). Dalam forum tersebut, Anies menjelaskan beberapa isu. Namun, yang pertama, dia menjelaskan isu terkait fenomena urbanisasi besar yang membuat sebagian besar penduduk akan tinggal di kota.
”Dunia memang sekarang sedang mengalami urbanisasi. Di mana populasi dunia lebih banyak tinggal di perkotaan. Dan, kalau kita lihat data pada 2018, ada 55 persen populasi di perkotaan. Dan, tahun ini 2021, ada 56 persen. Dan, diproyeksikan setidaknya 60 persen populasi dunia tinggal di perkotaan pada 2030 mendatang,’’ ujarnya.
Anies juga memprediksi, peningkatan populasi penduduk masih akan terus berlanjut. Bahkan, dia memprediksi, pada 2050, akan ada 68 persen dari populasi dunia yang tinggal di perkotaan. ’’Trennya sangat jelas bahwa dunia sedang mengalami urbanisasi. Dan, peran kota sangat penting untuk peradaban kita,’’ katanya.
Melihat kondisi itu, dia menyebutkan, peran sistem urbanisasi dan kepemimpinan di perkotaan sangat penting. Tidak terkecuali kota yang sedang menghadapi tantangan yang menjadi kekuatan utama dalam 1,5 tahun pandemi Covid-19 dan perubahan iklim saat ini. ’’Jadi, memang sekarang kita berada dalam tekanan di bawah pandemi Covid-19. Namun, hal yang tidak bisa dilupakan bagi kita semua, yaitu adanya perubahan iklim,’’ tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anies juga mengungkapkan, Jakarta akan menjalankan perannya dalam menanggulangi dampak perubahan iklim. Terlebih, Jakarta akan menjadi tuan rumah Urban20 pada 2022 yang akan membahas isu potensial di era pascapandemi Covid-19.
’’Kota memiliki ritme kehidupan yang dinamis, selalu berubah, dan berkembang. Dalam pengukuhan Jakarta sebagai tuan rumah Urban20 (U20) bulan lalu, saya menyoroti enam fenomena kota pascapandemi yang harus diwaspadai. Pertama, perumahan produktif. Dulu, kita melihat, produktivitas kita dilakukan di luar rumah kita. Tapi, selama masa pandemi ini, kita melihat adanya sebuah fenomena baru di mana kita bekerja dari rumah,’’ ujarnya.
Fenomena selanjutnya meliputi masa depan industri properti, mobilitas berkelanjutan dan aksesibilitas inklusif terhadap mobilitas, kelangkaan pekerjaan dan masa depan pekerjaan, keterbatasan interaksi sosial, serta perhatian untuk peningkatan jumlah anak yatim karena kematian orang tuanya karena Covid-19. ’’Ini yang harus kita perhatikan dan kita usahakan solusinya,” terangnya.
Sekadar informasi, forum Climate Heroes diikuti H.E. Sung Yong-kim, duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia, President and CEO of World Resources Institute Aniruddha (Ani) Dasgupta, founder Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal, serta beberapa perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas di dunia. (fri/brg)










