Koranindopos.com – JAKARTA — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memberikan pelatihan khusus kepada petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran maupun bencana lain di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Jawa Barat.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan sebanyak 15 hingga 20 petugas akan disiapkan untuk mengikuti pelatihan mengenai mitigasi dan penanganan awal apabila terjadi keadaan darurat di kawasan TPA Galuga.
“Nah, langkah konkret yang akan kita lakukan besok, kita akan melatih 15 sampai 20 orang petugas DLH untuk paham tentang mitigasi awal langkah penanganan bencana,” kata Jenal di Balai Kota Bogor, Jumat (25/9/2026).
Pelatihan tersebut diharapkan membuat petugas mampu mengambil tindakan awal apabila kembali muncul kebakaran atau asap di kawasan TPA.
“Ketika di kemudian hari, terjadi bencana yang sama atau setidaknya pendinginan ketika pada saat asap muncul,” sambungnya.
Saat ini terdapat 12 operator dan lima petugas timbang yang bertugas di TPA Galuga. Selain petugas yang sudah berada di lokasi, Pemkot Bogor akan menyiapkan personel tambahan dari DLH Kota Bogor.
Sebanyak 15 hingga 20 petugas tersebut nantinya akan menjadi pasukan tambahan yang dapat dikerahkan untuk melakukan mitigasi bencana di kawasan TPA Galuga.
“15 kita latih khusus untuk stand by, patroli rutin, dan stand by di UPTD Kota Bogor yang ada di TPA Galuga,” ujar Jenal.
Para petugas tambahan tersebut akan mendapatkan pelatihan dan pemantauan dari tim gabungan yang saat ini terlibat dalam penanganan di TPA Galuga.
Pemkot Bogor juga memastikan sejumlah peralatan mitigasi masih ditempatkan di lokasi. Peralatan tersebut antara lain embung air, terpal, selang, dan pompa.
Peralatan sengaja tidak langsung diangkat agar dapat digunakan sewaktu-waktu apabila kembali ditemukan asap atau titik api di kawasan TPA.
Keberadaan personel yang telah mendapatkan pelatihan khusus diharapkan memungkinkan penanganan dilakukan sedini mungkin, termasuk ketika muncul asap maupun api kecil sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Kebakaran gunungan sampah di TPA Galuga terjadi pada Senin (7/9/2026) sore. Dugaan sementara, api awalnya berasal dari lahan milik warga yang berada di sekitar kawasan TPA.
Api kemudian merembet hingga ke gunungan sampah di dalam kawasan TPA Galuga. Proses pemadaman berlangsung selama beberapa hari karena titik api berada di antara tumpukan sampah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kepulan asap yang muncul akibat kebakaran berdampak terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TPA Galuga.
Dengan menyiapkan personel tambahan dan mempertahankan peralatan mitigasi di lokasi, Pemkot Bogor berharap potensi kebakaran maupun kemunculan asap di TPA Galuga dapat ditangani lebih cepat apabila kembali terjadi.(dhil/kmps)










