koranindopos.com – Jakarta. Antony, pemain sayap asal Brasil yang didatangkan Manchester United (MU) dari Ajax Amsterdam pada 2022, kini berada di bawah sorotan tajam. Meski didatangkan dengan harga yang sangat tinggi—100 juta euro—penampilan Antony di Old Trafford tidak sesuai harapan. Dalam lebih dari dua tahun, Antony hanya berhasil mencetak 12 gol dan 5 assist dari 96 pertandingan di semua kompetisi.
Kegagalan tersebut membuat banyak pihak, termasuk pengamat sepakbola, mempertanyakan kontribusi pemain berusia 23 tahun itu. Beberapa bahkan menganggap Antony tidak memberikan dampak positif yang diinginkan, dan ada yang menyarankan agar MU segera memutuskan hubungan dengan pemain tersebut.
Antony didatangkan dengan harapan bisa menjadi motor serangan di sayap kanan, namun kenyataannya, dia sering kali tampil inkonsisten. Meskipun memiliki kemampuan dribel dan kecepatan yang bagus, banyak kritik menyebutkan bahwa Antony terlalu sering terlihat egois dan tidak dapat beradaptasi dengan gaya permainan tim. Kelemahan dalam penyelesaian akhir dan ketidakmampuannya untuk tampil di pertandingan-pertandingan penting semakin menambah ketidakpuasan para pendukung dan manajemen klub.
Dalam beberapa kesempatan, Antony juga dianggap lebih sering menjadi beban daripada aset berharga bagi tim. Beberapa pengamat sepakbola bahkan menyebutnya sebagai “kanker” bagi tim, karena dinilai menghambat alur serangan MU dan kurang efektif dalam memberikan kontribusi besar. Beberapa fans MU menyarankan agar klub segera melepaskan Antony agar bisa menggantinya dengan pemain yang lebih produktif dan dapat memberikan dampak positif bagi tim.
Namun, meski kritik terhadap Antony semakin keras, ada pula yang percaya bahwa faktor adaptasi dan perubahan pelatih yang sering terjadi di MU mungkin turut memengaruhi performanya. Antony sempat mengalami beberapa pergantian manajer, mulai dari Erik ten Hag hingga pelatih-pelatih sementara lainnya. Sebagian kalangan berpendapat bahwa Antony membutuhkan waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan sistem yang lebih stabil.
Namun, dengan evaluasi yang semakin ketat dan persaingan yang semakin ketat di skuad MU, tidak menutup kemungkinan bahwa Antony akan dilepas oleh klub dalam waktu dekat. Manchester United kemungkinan akan mempertimbangkan opsi untuk menjual pemain tersebut dan mencari pemain sayap baru yang bisa lebih efektif di lini serang mereka.
Sampai saat ini, keputusan mengenai masa depan Antony di Manchester United masih menjadi spekulasi, namun dengan performa yang belum memenuhi ekspektasi, wajar jika banyak pihak mulai mendesak agar klub mengambil langkah tegas. Sebagai klub besar dengan ambisi besar, MU tentu saja memerlukan pemain-pemain yang bisa tampil konsisten dan memberikan kontribusi maksimal.(dhil)
















